post image
Jessica Watkins/ Net
KOMENTAR

ASTRONAUT NASA Jessica Watkins (33) mencetak sejarah menjadi perempuan kulit hitam pertama yang bertugas dalam misi panjang di ISS (International Space Station). Ia menjadi salah satu dari empat kru kapsul Crew Dragon milik SpaceX.

Jessica dan tiga astronaut lain meroket ke luar angkasa dari Kennedy Space Center di Pulau Merritt, Florida pada Rabu (27/4/2022) pukul 3:52 pagi waktu setempat.

Di orbit, para kru akan bekerja terkait eksperimen sains dan pemeliharaan stasiun luar angkasa. NASA menyebutkan eksperimen tersebut mencakup studi tentang penuaan sistem kekebalan tubuh, alternatif beton bahan organik, dan efek kardiorespirasi selama dan setelah paparan jarak jauh terhadap gravitasi mikro.

"Saya pikir ini benar-benar menjadi penghargaan bagi astronaut perempuan kulit hitam yang telah hadir sebelum saya, sekaligus menjadi masa depan yang menggembirakan," ujar Jessica.

Dilansir USA Today, dari 248 astronaut yang pernah mengunjungi stasiun luar angkasa, hanya tujuh orang yang merupakan kulit hitam dan tidak ada satu pun terlibat dalam ekspedisi yang berlangsung selama beberapa bulan.

Pada tahun 1983, Guion Bluford menjadi astronaut kulit hitam pertama yang menjelajah ke luar angkasa. Sembilan tahun kemudian, Mae Jemison menjadi astronaut perempuan kulit hitam pertama yang pergi ke luar angkasa.

November tahun lalu, NASA telah mengumumkan Jessica Watkins akan mengisi kursi keempat—yang terakhir di Crew Dragon untuk misi Crew-4 SpaceX.

Jessica bertugas bersama astronaut NASA Kjell Lindgren dan Robert Hines juga astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Samantha Cristoforetti.

Dengan tugas tersebut, Jessica menjadi perempuan kulit hitam pertama yang bergabung dengan kru ISS untuk penelitian ilmiah, pemeliharaan stasiun, dan pelatihan dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.

Sebelumnya, nama Victor Glover yang menjadi bagian dari misi Crew-2 SpaceX yang diluncurkan pada November 2020 juga tercatat dalam sejarah menjadi astronaut kulit hitam pertama yang bergabung menjadi kru stasiu luar angkasa internasional tersebut.

Dilansir laman resmi NASA, ia terpilih bergabung dengan kelas kandidat astronaut pada tahun 2017.

Berasal dari Colorado, Jessica meraih gelar Bachelor of Science dalam Ilmu Geologi dan Lingkungan dari Stanford University dan menyelesaikan gelar Doktor dalam Geologi dari University of California, Los Angeles (UCLA). Penelitian terakhirnya adalah tentang mekanisme penempatan tanah longsor besar di Mars dan Bumi.

 

 



Close X

Zhafira Aqyla, Youtuber Muda yang Menginspirasi Generasi Z Lewat Platfom Edukasi Seksual Berbasis Islam

Sebelumnya

Kisah Salama Mohamed: Dari Vitiligo, Self-Love, hingga Keromantisan di Balik Konten Humor Satire

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women