KOMENTAR

ALHAMDULILLAH akhirnya pelaksanaan Ujian Sekolah (US) SMP Labitech (Laboratorium Islamic Technologi) Jakarta dari tanggal 28 Maret – 1 April 2022 berakhir dengan aman, lancar, sukses dan terkendali. Ini semua berkat kebersamaan dan kekompakan para guru di SMP Labitech Jakarta.

Bila kita mengamati lebih jauh terhadap kegiatan US ini, ternyata tidak hanya sekedar untuk memenuhi tugas akhir dari peserta didik kelas 9 dan mendapatkan nilai yang dituliskan di ijazah sebagai bukti kelulusan, tetapi lebih dari itu dengan US dapat menjadikan setiap pribadi mereka menjadi lebih dewasa.

Secara teori semua soal-soal itu adalah bagian dari pertanyaan yang mengandung masalah yang mesti dapat diatasi dengan memberikan jawaban-jawaban yang tepat. Ketika mereka bersikap tenang dan membuka kecerdasan pikiran mereka, maka seketika mereka mendapat gambaran jawaban yang sesuai dengan soalnya. Andaikata jawaban tidak terlalu tepat, minimal dengan soal-soal itu mereka diajak menggunakan akal pikiran yang sehat untuk dapat mengatasi dan memberikan jawaban sesuai pemahaman mereka.

Salah seorang peserta ujian kelas 9A Nazwa Denisa Lazuardi ketika diwawancara oleh crew media SinarLIMA memberikan. jawaban-jawaban yang tak terduga seperti ini; “Saya menikmati US yang diadakan di SMP Labitech Jakarta, walau ada rasa takut, tegang dan khawatir, tetapi semua bisa saya atasi dengan baik. Sebabnya karena kepala sekolah dan guru-guru yang mengawasi senantiasa memberikan semangat dan motivasi bahwa semua soal-soal itu betapapun sulitnya dapat diatasi dengan baik. Apalagi sebelum dan setelah ujian senantiasa membaca doa memohon kepada Allah agar diberikan ketenangan dan kemudahan dalam menjawab soal”. Demikian ungkapnya.

Ketika ditanya apa perasaan bersekolah di SMP Labitech Jakarta? Nazwa panggilan akrabnya menjawab; “Saya sangat senang bersekolah di SMP Labitech Jakarta, karena di sekolah ini saya dapat belajar banyak hal, belajar tentang akhlak/adab, belajar tentang kemandirian, belajar Al Qur’an dan menghafalkannya dan lain-lain. Tidak hanya itu, saya bertemu dengan guru-guru yang baik, perhatian dan peduli. Demikian juga teman-teman semua mereka sangat kuat persatuan dan kebersamaan dalam berbagai macam kegiatan”. Demikian ungkapnya penuh antusias.

Pengakuan Nazwa ini bukanlah isapan jempol, tetapi benar-benar terbukti ketika selesai US, semua anak-anak kelas 9A dan 9B menunjukkan solidaritas kebersamaan dengan berfoto bersama. Kita bisa melihat raut muka dan gestur tubuh mereka menunjukkan kebahagiaan dan kegembiraan menyeluruh dalam jiwa dan raga.

Kita doakan semoga SMP Labitech Jakarta tetap eksis menunjukkan kiprahnya dalam mendidik generasi bangsa yang cerdas, beriman, berakhlak, terampil, mandiri dan bertanggung jawab. Aamiin.

Penulis : Marolah, S.Ag, MM




Menaker Ida Fauziyah di International Labour Conference 2024: Indonesia Usung Misi Perlindungan Pekerja, Kesetaraan, dan Keberlangsungan Usaha

Sebelumnya

KBRI Kairo Resmikan Gerai Ban dan Pelek Kendaraan Indonesia di Kota Madinaty Mesir

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News