post image
10 "Every U Does Good Heroes" dan 5 mentor saat jumpa pers virtual, Kamis (9/12)/ FARAH
KOMENTAR

88 TAHUN sudah PT Unilever Indonesia TBK mendampingi masyarakat Indonesia, berbagi kebaikan dalam setiap tantangan dan momen penting yang dihadapi bangsa.

Di momen pertambahan usia ini, Unilever Indonesia memberikan penghargaan kepada 10 sosok pahlawan penggerak perubahan "Every U Does Good Heroes". Mereka terpilih atas ide dan kontribusi visionernya yang sejalan dengan pilar kebaikan Unilever Indonesia. Harapannya, apa yang mereka lakukan dapat menginspirasi banyak anak muda untuk berbuat kebaikan.

Ke-10 "Every U Does Good Heroes" itu adalah:

1. Ari Gunawan, 27 tahun asal Bali. Kebaikan yang dibawanya adalah "Precious Island". Ari adalah salah satu co-founder dari Precious Island dan penggagas Global Youth Conference on SDGs untuk memfasilitasi anak muda membuat aksi global yang inovatif.

2. Dicky Dwi Alfandi, 25 tahun asal Lampung. Kebaikan yang dibawanya adalah "Gajahlah Kebersihan". Mengusung program "marine debris ranger" untuk menciptakan masyarakat pesisir Sungai Wey Belau yang sadar lingkungan dan sungai yang bersih.

3. Katrin Sovia, 27 tahun asal DKI Jakarta. Kebaikan yang dibawa adalah "Be Home Indonesia". Ia menyediakan platform bagi teman-teman broken home untuk bercerita dan menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga.

4. Erliana, 22 tahun asal DKI Jakarta. Kebaikan yang dibawa adalah "Bersama Lansia". Program ini bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat, termasuk para generasi muda, untuk sama-sama berperan memastikan kesehatan dan kesejahteraan lansia.

5. Ni Putu Gita S, 22 tahun asal Bali. Kebaikan yang dibawa adalah "Kolaborasi Bumi Indonesia". Mengusung pesan "menstrucaraka" yang mengetengahkan edukasi manajemen kebersihan menstruasi (MKM) untuk para siswi kelas 1 SMP di Provinsi Bali dengan sistem peer education.

6. Arif Fajar F, 33 tahun asal DKI Jakarta. Kebaikannya adalah "NUXCLE (ZUBOARD)". Salah satu co-fouder Nuxcle, brand kendaraan Last-Mile Electric Vehicle yang memiliki mimpi memasyarakatkan kendaraan listrik, termasuk bagi para penyandang disabilitas.

7. Sandi Mahendra, 25 tahun asal Sumatera Utara. Kebaikannya adalah "Terpandu (Tiap Orang Punya Kesempatan Kedua)". Ia adalah inisiator ide usaha sosial yang berfokus memperjuangkan isu-isu terkait hak mantan warga binaan untuk mendapatkan kesempatan kedua, terutama dalam hal pekerjaan.

8. Akbar Trio M, 23 tahun asal Jawa Timur. Kebaikannya adalah "Young Interfaith Peacemaker Community". Mengusung "Student Interfaith Peace Camp" yang menggerakkan siswa dan mahasiswa menjadi agen perubahan untuk menyebarluaskan nilai-nilai perdamaian.

9. Nissi Taruli F, 23 tahun asal DKI Jakarta. Kebaikannya adalah "Feminis Themis". Yaitu memberdayakan teman-teman tuli dan mengedukasi masyarakat bahwa mereka dapat melakukan apa saja.

10. Diva Asnawi, 23 tahun asal DKI Jakarta. Kebaikannya adalah "KONEKIN-Project Bisa". Mendorong ekosistem inklusif dengan membuat buku cerita bergambar dan berkarakter dengan topik anak-anak disabilitas.

Ke-10 milenial inspiratif ini semakin memperkuat keyakinan Unilever Indonesia akan the power of bran with purpose dan people with purpose, yang signifikan terhadap keberlanjutan masa depan.

Mereka berhak menerima micro grant masing-masing sebesar Rp 30 juta untuk mengembangkan proyeknya, disertai pembinaan lanjutan secara intensif dari para mentor dan tim Unilever Indonesia.

"Selamat kepada seluruh pemenang. Semoga dapat terus berperan menjadi pendorong kebaikan di manapun mereka berada, serta menularkan semangat dan komitmennya ke lebih banyak generasi muda Indonesia," kata Kristy Nelwan, Head of Communicaton PT Unilever Indonesia Tbk, saat jumpa pers virtual, Kamis (9/12).

 

Close X

Bersama Yayasan Menembus Batas, Pelindo 'Lampaui Batas' Latih 30 Penyandang Disabilitas Cakap Digital

Sebelumnya

PLN Peduli dan Yayasan Menembus Batas Gelar Pelatihan Digital Online untuk Penyandang Disabilitas

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel C&E