post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

SAHABAT, pernah tidak saat ke dokter dibilang, "Wah, ibu tensinya rendah." Terus kamu tanya, "Berarti saya harus minum obat penambah darah, ya dok?"

Tahu tidak, masih banyak masyarakat yang menyamakan antara tekanan darah rendah dengan kurang darah. Padahal, darah rendah itu bukan kurang darah, ya.

Dalam akun Instagram @doktercu, dr Fatima Rahma menjelaskan, tekanan darah rendah (hipotensi) terjadi apabila tensi berada di bawah 90/60 mmHg.

Pada orang sehat atau tanpa gejala, tekanan darah rendah yang kronis tidak menyebabkan tidak berbahaya. Tapi perlu ekstra waspada jika tekanan darah drop secara tiba-tiba dan sangat drastis, dan muncul gejala yang menyertai. Segera berkonsultasi dengan dokter.

Gejala-gejala yang dimaksud adalah:

• Sering pusing.
• Pingsan.
• Mual.
• Dehidrasi.
• Sulit konsentrasi.
• Sangat lemas.
• Pandangan kabur.
• Telapak kaki dan tangan dingin.
• Napas jadi cepat dan sesak.

Tekanan darah rendah ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti perdarahan hebat, kelainan jantung, shock akibat dehidrasi, reaksi alergi (shock anafilaksis), dan infeksi.

Bisa juga disebabkan oleh penyakit endokrin seperti diabetes dan penyakit tiroid, pengaruh obat-obatan seperti nitrogliserin, diuretik, dan lainnya. Bisa juga karena perubahan posisi (dari berbaring tiba-tiba langsung berdiri), atau kelamaan berdiri.

Bagaimana dengan kurang darah? Jika tekanan darah dilihat melalui tensimeter, kondisi kurang darah hanya dapat diketahui lewat pemeriksaan kadar sel darah merah, hematokrit, dan hemoglobin.

Kadar normal hemoglobin dan hematokrit antara pria dan wanita berbeda. Untuk pria, hemoglobin normalnya berada di angka 13-18 g/dL, sedangkan wanita di angka 12-16 g/dL.

Hematokrit normal pada pria ada di angka 40% sampai 50% dan pada wanita antara 35% sampai 45%.

"Kebanyakan orang mengerti kurang darah itu sama dengan anemia. Itu betul. Anemia merupakan kurangnya kadar sel darah merah atau sel darah merah tidak berfungsi dengan normal," jelas dr Fatima, dokter National Cardiovascular Center di RS Harapan Kita.

Anemia, lanjut dia, bukan penyakit tapi kondisi yang dialami pada penyakit atau kondisi medis tertentu. Biasanya gejala muncul jika kadar hemoglobin kurang dari 7.0 g/dL.

Gejala kurang darah bervariasi, tergantung dari beratnya anemia yang dialami. Namun biasanya seseorang akan mengalami:

• Badan lemah.
• Merasa lemas.
• Sering lelah.
• Kepala terasa ringan.
• Sakit kepala atau pusing.
• Tampak pucat.
• Jantung berdebar-debar.
• Nyeri dada.
• Telapak kaki atau tangan terasa dingin.

Kurang darah bisa disebabkan oleh kurangnya nutrisi seperti zat besi, vitamin B12-Folat, dan kurang gizi. Atau bisa juga karena penyakit kronik seperti gangguan ginjal, hati, infeksi kronik, kanker, dan penyakit kelainan pembuluh darah.

Juga trauma yang menyebabkan perdarahan hebat, infeksi virus/bakteri/protozoa, kehamilan, maupun kelainan genetik, seperti thalasemia, hemoglobinopati, dan lainnya.

Jadi, tekanan darah rendah dan kurang darah itu berbeda, ya! Memang gejala yang ditimbulkan hampir sama, terutama pada badan yang terasa lemas dan pusing.

Tapi, penyebab dari tekanan darah rendah dan kurang darah, berbeda. Sebaiknya, segera berkonsultasi dengan dokter jika kamu mengalaminya.

 

Cegah Klaster Sekolah, Kenali Gejala Covid-19 yang Umum Pada Anak

Sebelumnya

Vaksin Covid-19 Mengganggu Siklus Menstruasi dan Kesuburan, Benarkah?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health