post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

ISTILAH "Superfood" diperkenalkan pada awal abad ke-20. Superfood yang dimaksud di awal abad 20 adalah pisang, karena dianggap sebagai makanan yang kaya akan nutrisi baik untuk tubuh.

Seiring berkembangnya penemuan, pengetahuan, dan berbagai penelitian kesehatan, selain pisang ternyata ada banyak makanan super alias superfood. Secara umum memiliki ciri berupa kaya nutrisi dan rendah kalori.

Meskipun begitu, makanan super ini ada yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, karena akan berpotensi buruk bagi kesehatan.

1. Brokoli
Mengutip Verywell Fit, dalam 81 gram brokol terkandung 31 kalori, 6 gram karbohidrat, dan 0,3 gram lemak. Juga kaya serat, protein, vitamin C, kalium, serta vitamin dan mineral lainnya.

Namun, menurut Livescience, mengonsumsi brokoli secara berlebihan dan sayuran sejenisnya (seperti kangkung, kembang kol, kubis, dan kubis Brussel), dapat meningkatkan risiko iritasi usus dan menyebabkan perut kembung atau banyak gas.

2. Alpukat
Alpukat baru dikenal sebagai Superfood di beberapa tahun terakhir ini. Mengutip Healthline, dalam 100 gram alpukat dapat memenuhi seperempat kebutuhan vitamin K orang dewasa, seperlima dari kebutuhan folat dan sepersepuluh dari kebutuhan vitamin E harian. Juga kaya omega-3 dan serat.

Tetapi Eat This, No That! menulis, terlalu banyak mengonsumsi alpukat dapat meningkatkan risiko peradangan pada asteri, menimbulkan gas pada pencernaan, dan sakit perut. Dan karena bahan kalori, maka bisa menyebabkan penambahan berat badan.

3. Salmon
Salmon adalah sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik untuk mengurangi peradangan. Sebanyak 85 gram salmon dapat memenuhi hampir 30 persen dari kebutuhan protein harian orang dewasa.

Sayangnya, berdasarkan laporan dalam jurnal NDT Plus tahun 2011, konsumsi salmon berlebih akan berefek pada jumlah trombosit darah dan dapat mengencerkan darah.

Kemudian, mengutip Harvard Health Publishing, makan terlalu banyak salmon bisa meningkatkan kadar merkuri dalam darah.

4. Kombucha
Kombucha adalah teh fermentasi yang kaya akan nutrisi. Minuman ini diketahui tinggi akan kandungan antioksidan dan probiotik. Kombucha kian diminati dan menjadi salah satu pilihan pola makan sehat yang fungsinya detoksifikasi.

Namun dikutip dari RxList, kombucha tidak begitu membawa khasiat bagi orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Karena mengandung berbagai jenis bakteri dan ragi, sebab disajikan dalam keadaan mentah dan belum dipasteurisasi sempurna.

5. Hummus
Adalah hidangan Timur Tengah yang dibuat dari bahan-bahan yang dianggap Superfood, seperti kacang Arab atau chickpea, pasta wijen atau tahini, bawang putih, dan minyak zaitun.

Saat ini sudah banyak hummus siap saji. Inilah yang membuat Medical news menulis makanan olahan atau siap saji pada umumnya berisiko menyebabkan obesitas dan memiliki kandungan natrium tinggi, tambahan minyak yang tidak perlu, hingga bahan pengawet.

 

Close X

Apakah Vaksin Covid-19 di Indonesia Dapat Melindungi Orang Dengan Komorbid?

Sebelumnya

Kemenkes Ungkap Kecenderungan Varian Delta Banyak Ditularkan Pada Anak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health