post image
Salah satu keseruan yang ada selama bulan Ramadan adalah saat berbuka puasa. Kita bisa membuat menu buka puasa yang beraneka ragam sesuai keinginan si kecil/ Net
KOMENTAR

PUASA di Bulan Ramadan menjadi sebuah golden moment bagi umat Islam. Tak hanya soal pahala puasa dan takwa yang bisa diperoleh setelah berpuasa, lailatul qadr juga menjadi sebuah keistimewaan Ramadan yang menjadi dambaan setiap Muslim.

Karena itulah penting bagi orangtua untuk menanamkan pentingnya nilai ibadah puasa kepada si buah hati. Sebagai bagian dari pengasuhan anak, mengajarkan anak berpuasa terkadang menjadi hal yang susah-susah gampang.

Satu hal yang harus diingat ayah bunda, puasa harus dilakoni anak dengan senang hati dan kesadaran. Karena itulah tidak boleh ada pemaksaan, terlebih lagi tanpa memerhatikan kondisi kesehatan anak. Dengan perlahan-lahan, kenalkanlah apa itu puasa dan manfaatnya sebelum mengajaknya untuk melaksanakan kewajiban selama Ramadan ini.

#1 Memberi pemahaman sederhana tentang makna dan pahala puasa
Ayah bunda bisa menjelaskan kepada anak dengan bahasa sederhana tentang puasa. Menjadi salah satu rukun Islam dan diwajibkan oleh Allah, tentulah puasa memiliki nilai ibadah yang tinggi. Katakan kepada si kecil bahwa siapa yang berpuasa, dia adalah Muslim yang "keren" dan dekat kepada surga.

Berpuasa mengajarkan seorang Muslim untuk bisa menahan diri dari melakukan perbuatan jahat, ikut merasakan kesusahan orang yang kelaparan, dan juga menyehatkan badan. Dan tentu saja puasa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dijanjikan Allah pahala yang berlimpah.

Dengan memahami hakikat puasa, anak insya Allah akan tertarik untuk mengerjakan puasa. Ada keinginan untuk merasakan asyiknya puasa, terlebih jika ayah bunda menghadirkan suasana menyenangkan selama bulan Ramadan.

#2 Memulai belajar puasa dengan perlahan-lahan
Menurut Prof. Aryono Hendarto, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, orangtua sebaiknya mengajarkan berpuasa secara perlahan-lahan. Terlebih lagi jika si kecil baru diajarkan berpuasa. Bisa dimulai dari 2 jam puasa. Selanjutnya bisa ditambah 1 jam, dan seterusnya, setidaknya sampai setengah hari.

Jika memang si kecil memastikan tubuhnya kuat, barulah ditambah lagi sampai maghrib. Dengan demikian, fisik anak dapat beradaptasi dengan baik untuk berpuasa. Untuk melatih anak agar bisa berpuasa dengan baik di bulan Ramadan, ayah bunda juga bisa mengajak si kecil berpuasa sunnah di bulan-bulan lain.

Kondisi fisik amat berpengaruh dalam menjalankan ibadah puasa. Jangan sampai anak memaksakan diri menahan lapar dan haus selama lebih dari 10 jam—misalnya demi mengisi penuh jadwal puasa dari sekolah atau mengejar hadiah uang yang dijanjikan ayah bundanya—lalu harus jatuh sakit karena tidak kuat.

#3 Melakukan aktivitas yang menyenangkan
Selama bulan Ramadan, usahakan anak memiliki beragam kegiatan setiap hari agar tidak bosan dan tidak merasa cepat lapar. Selain puasa, anak juga sebaiknya diperkenalkan dengan berbagai bentuk ibadah lain sebagai penyempurna Ramadan.

Yang harus diingat, jangan sampai aktivitas yang dilakukan menyita tenaga karena bisa membuat anak merasa lemas.

Ayah bunda bisa mengajak anak untuk berlomba mengisi celengan shadaqah, yang bisa dibuat dari kaleng bekas atau kotak kardus bekas yang ada di rumah. Jelang penghujung Ramadan, ajak anak untuk membuka, menghitung, dan menyedekahkannya kepada mereka yang membutuhkan.

Berikan waktu khusus setiap anak untuk membaca Alquran. Ini saatnya ayah bunda memerhatikan dan mengoreksi bacaan si kecil agar Ramadan tahun ini menjadi awal baginya bisa membaca Alquran sesuai tajwid. Ajak pula anak untuk membaca arti ayat yang dibacanya, dan jelaskan secara sederhana maksud ayat tersebut.

Menyusun puzzle atau memainkan mainan favorit dan menonton kartun anak Islami juga bisa menjadi agenda Ramadan keluarga. Jelang Idul Fitri, ayah bunda bisa mengajak si kecil menambah dekorasi lebaran di beberapa spot di rumah.

#4 Menyiapkan makanan yang bervariasi
Salah satu keseruan yang ada selama bulan Ramadan adalah saat berbuka puasa. Kita bisa membuat menu buka puasa yang beraneka ragam sesuai keinginan si kecil. Ajak si kecil untuk membantu menyiapkannya. Sesekali boleh juga membeli aneka takjil agar anak mengenal semakin banyak jenis makanan. Intinya, kita mengajarkan suka cita berpuasa kepada anak agar dia tidak mudah mengeluh bosan dan malas puasa.

Dihimpun dari berbagai sumber

 

Close X

Hafal Nomor Telefon Ayah Bunda dan 8 Kemampuan yang Penting Diajarkan Pada Anak Sejak Dini

Sebelumnya

Tergesa-Gesa Salah Satunya, 6 Tipe Orangtua yang Bikin Anak Jadi Keras Kepala

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Parenting