post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

BAGI beberapa masyarakat, utamanya para lanjut usia (lansia), Covid-19 bukanlah hal yang menakutkan. Bahkan sebagian beranggapan, wabah penyakit itu hanyalah flu biasa yang sudah sering dialami siapa saja.

Tak heran jika kemudian kelompok usia rentan ini bebas bepergian ke mana saja tanpa memakai masker. Jangankan memakai masker, protokol kesehatan lainnya pun dianggap angin lalu.

Susah memberikan pengertian kepada para manula ini. Tapi jangan putus asa, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memberikan edukasi mengenai Prokes ini. Tujuannya, agar para lansia tetap terjaga kesehatannya.

1. Jelaskan baik-baik menggunakan bahasa mereka sehari-hari

Bisa dimulai dari hal yang mereka senangi atau percayai. Misalnya, bagaimana para tokoh atau pemuka agama patuh pada protokol kesehatan. Tentang pandemi ini sudah disebutkan dalam beberapa kitab suci, di mana saling menjaga termasuk dalam ikhtiar kita dalam menangani masa pandemi.

2. Komunikasi dan kasih sayang adalah kunci

Cara berkomunikasi kita pada orangtua menjadi kunci berhasil atau tidaknya kita mengedukasi mereka. Pastikan bahwa orangtua paham bahwa edukasi tentang pentingnya menerapkan Prokes yang kita berikan, semata-mata dilakukan karena rasa sayang kita kepada mereka. Bukan karena sok tahu dan semena-mena memerintah mereka.

3. Berikan informasi dari sumber terpercaya

Hindarkan orangtua dari berbagai sumber hoax yang justru dapat menyesatkan mereka. Caranya, periksa narasumber, periksa media yang menayangkan berita, berhati-hati dengan judul berita yang provokatif, jangan terburu-buru share berita, dan baca keseluruhan isi berita. Berikan pengertian bahwa banyak berita hoax yang beredar di grup WhatsApp, sosial media, dan kanal lainnya.

4. Pastikan kita memberikan contoh yang baik

Mulailah dari diri sendiri untuk menaati prokes. Disiplinlah, sehingga orangtua percaya bahwa apa yang kita sampaikan adalah sesuatu yang benar.

5. Dukung dan yakinkan mereka untuk mengikuti vaksinasi

Vaksin Covid-19 terbukti aman dan efektif untuk lansia. Berbagai kabar buruk mengenai vaksin Covid-19 beredar di mana-mana, sehingga wajar jika kemudian para lansia ragu untuk mengikutinya. Tugas kita untuk meyakinkan dan mendukung mereka dengan cara memberi pengertian dan penjelasan bahwa vaksinasi ini aman.

6. Dampingi lansia dalam menghadapi masalah kesehatan selama pandemi

Hal ini penting untuk memastikan bahwa kondisi fisik maupun mental para lansia tetap baik. Di usia tersebut, sudah banyak penyakit kronis yang mungkin saja diderita, seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan lainnya. Begitu pula dengan masalah mental seperti depresi dan gangguan tidur. Dan selama pandemi ini, banyak lansia yang terkendala masalah kontrol penyakit, sehingga mengganggu mental mereka juga.

Pada akhirnya, terimalah kenyataan bahwa tidak semua bisa kita kontrol. Apalagi generasi orangtua kita yang disebut dengan Boomers, cenderung menggampangkan pandemi lantaran mereka sudah menghadapi banyak ancaman, semisal perang dunia, perang dingin, maupun ancaman nuklir.

Hal ini dapat menimbulkan bias, hanya karena fisik mereka bugar dan fit maka tidak akan terinfeksi atau tertular virus Corona.

Namun nyatanya, lansia lebih rentan terinfeksi Covid dan mengalami penyakit yang lebih berat. Jadi, tetap semangat mengedukasi mereka agar kesehatannya terjaga. Seperti dikutip dari laman instagram @pandemictalks.

 

Close X

Sembuh dari Covid-19, Kondisi Memburuk Lalu Meninggal Dunia. Mengapa Bisa Terjadi?

Sebelumnya

dr Ade: Ibadah Puasa Adalah Cara Terbaik Untuk Diet

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health