Konser hologram mendiang penyanyi Korea Selatan Kim Kwang-seok diadakan di kampung halamannya di Daegu pada 10 Juni 2016/CNN
Konser hologram mendiang penyanyi Korea Selatan Kim Kwang-seok diadakan di kampung halamannya di Daegu pada 10 Juni 2016/CNN
KOMENTAR

KOREA Selatan menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk membawa kembali suara superstar yang sudah mati ke atas panggung.

Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir, sejak meninggal dunia, suara khas superstar Korea Selatan Kim Kwang-seok akan terdengar di televisi nasional menyanyikan materi baru. Hal ini dilakukan berkat bantuan AI.

Kim diketahui merupakan penyanyi muda yang meninggal dunia pada tahun 1996 saat berusia 31 tahun. Dia wafat saat berada di puncak karirnya setelah serangkaian lagu hits termasuk "A Letter From a Private," "Song of My Life" dan "In the Wilderness" mengangkat namanya di hadapa publik.

Kematiannya dianggap sangat mengejutkan sehingga beberapa penggemarnya tidak pernah menerima penyebab resmi kematiannya yakni bunuh diri. Banyak yang beranggapan bahwa kematiannya itu terjadi karena Kim dibunuh.

Karena itulah, rencana untuk menghidupkan kembali suara Kim dengan bantuan AI ditunggu dengan antusias oleh sejumlah pihak di Korea Selatan. Banyak yang mengapresiasi dan menantikan suara khas penyanyi folk terkenal itu hadir kembali.

Penyiar nasional SBS berencana untuk menggunakan AI untuk menghidupkan kembali suara Kim pada program baru yakni "Competition of the Century: AI vs Human" yang akan ditayangkan akhir pekan ini di Korea Selatan.

Mengutip CNN, ini sebenarnya bukan pertama kalinya AI digunakan untuk menghidupkan kembali suara dan visual penyanyi terkenal di Korea Selatan.

Pada bulan Desember lalu, saluran musik Mnet menayangkan sebuah acara "One More Time" yang menggunakan AI dan hologram artis yang terlambat untuk memberikan penghormatan atas karya mereka.

Buka hanya itu, pada malam Tahun Baru lalu, superstar K-Pop BTS tampil online dengan tampilan visual AI Shin Hae-chul yang telah meninggal setelah operasi pada tahun 2014 lalu.

Semakin canggihnya penggunaan AI baru-baru ini di Korea Selatan,  membuat penggemar antusias akan musik dan teknologinya.

Meski begitu di sisi lain, ada juga kelompok yang menyuarakan keprihatinan tentang etika dan legalitas untuk menghidupkan kembali suara orang yang telah meninggal dunia.

Bukan hanya itu, penciptaan karya baru dengan suara yang dihidupkan kembali dengan bantuan AI juga. akan menimbulkan masalah hak cipta. Siapa yang dianggap pemiliknya, pencipta program AI atau sistem AI itu sendiri.




IISD Desak Presiden Jokowi Sahkan RPP Kesehatan: Optimalisasi Kesehatan Anak Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Sebelumnya

Israel Akan Datang ke Qatar untuk Melanjutkan Perundingan Gencatan Senjata dan Pertukaran Sandera

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News