post image
Foto : Pinterest
KOMENTAR

KEHADIRAN scarf di dunia tren fashion wanita awalnya terbentuk dari kebutuhan pria pada zaman Romawi Kuno.

Dahulu, scarf digunakan sebagai benda untuk menyeka keringat atau dikenal dengan sebutannya dalam bahasa latin “sadarium”.  Pada zaman itu scarf  dikembangkan menjadi mode busana aksesoris kaum pria.

Dahulu, bahan penggunaan scarf belum variatif seperti saat ini. Scarf pertama kali dibuat hanya dengan menggunakan bahan kain biasa. Lalu pada abad ke-17 scarf digunakan dalam penggunaan luas oleh tentara bayaran Kroasia.

Fungsi lain scarf dulunya juga digunakan sebagai penanda. Pada Kekaisaran Cina Cheng (Shih Huang Ti) scarf digunakan sebagai tanda pangkat tentara. Sedangkan di Prancis, warna pada scarf digunakan sebagai penanda aliran politik pada orang yang mengenakannya.

Orang Prancis menyebut scarf dengan istilah cravat, dari kata kravata, bahasa Kroasia. Dari sinilah perkembangan scarf mulai eksis.

Produksi scarf mulai berkembang dengan menggunakan bahan wol dan hadir dengan tampilan yang didesain khusus. Sejak saat itu, scarf ada bukan hanya untuk dipakai pria saja. Wanita, remaja, tua-muda dan kalangan mana pun bisa menggunakannya.

Pada umumnya scarf dibuat dalam ukuran kecil. Bentuknya persegi empat sama sisi dengan panjang dan lebar yang sama. Biasanya dimulai dari ukuran sekitar 30 sentimeter hingga lebih. Sampai saat ini scarf semakin berkembang dengan inovasi-inovasi baru.  

Scarf hadir dengan ukuran yang lebih besar, biasanya ukuran ini dikenakan sebagai hijab, dikenal juga dengan sebutan hijab segi empat. Selain untuk hijab, scarf dengan ukuran besar juga bisa dipakai untuk pengganti atau pelengkap atasan busana. Penggunaanya bisa dengan cara dililitkan atau diikat sesuai bentuk dan model yang diinginkan.

Saat ini material bahan scarf terbuat dari jenis bahan yang beraneka ragam. Chiffon, sutra, silk maupun bahan kaus. Mengadaptasi tren era 50-an, scarf dengan bahan silk sangat digandrungi di tahun ini. Scarf dikenakan dengan cara diikatkan ke leher atau pada kepala sebagai headband ala perempuan pin-up.

Karena fleksibilitas dan penggunaan yang mudah,  scarf menjadi the 10 Must-Have fashion item dalam berbusana, dikutip dari www.collegefashion.net. Setiap orang bebas berkreasi saat mengenakan scarf entah itu di leher, di kepala, di rambut, di pinggang, diikat di pergelangan tangan, dililitkan di tas, atau sekadar diselempangkan saja di badan.

Bentuk, ukuran dan harga scarf pun semakin bervariatif. Harga scarf yang relatif mahal biasanya menggunakan bahan dengan mutu tinggi, penggunaan bahan pewarnaan yang eco-frendly, atau desain-desain yang dipakai eksklusif dengan tingkat kerumitan tinggi.

Desain-desain scarf juga kian hari semakin marak adanya dengan dimunculkan produk-produk karya desainer atau brand-brand lokal dengan ciri khas yang unik dan berbeda-beda. Seperti brand lokal Sejauh Mata Memandang yang menawarkan produk scarf dengan ragam desain dan pemiilihan warna berbasis budaya Indonesia yang sesuai ciri brand mereka.

Dan masih banyak produk lokal dan internasional yang membuat perkembangan scarf ini menjadi item busana yang selalu dibutuhkan, selalu eksis, dan tidak akan lekang oleh waktu. (F)

Close X

Gaya Sporty Dan Minimalis Rani Hatta: Makin Kontemporer, Kian Mendunia

Sebelumnya

Chitra Subyakto: Mengeksplorasi Tanpa Henti Kekayaan Wastra Nusantara Lewat ‘Sejauh Mata Memandang’

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Fashion