post image
Peluncuran JAKWIFI yang merupakan kolaborasi Pemprov DKI dengan PT Bali Towerindi Sentra dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL)/ Ist
KOMENTAR

PEMPROV DKI Jakarta tanggap terhadap keresahan warga akan kuota internet yang sangat diperlukan saat pembelajaran jarak jauh. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria dan jajaran Dinas Kominfotik meluncurkan program internet gratis yang di beri nama Internet Untuk Semua JAKWIFI.

Diakui Anies, internet gratis ini menjangkau semua warga, bahkan hingga ke pemukiman padat penduduk.

"Peluncuran JAKWIFI ini merupakan kolaborasi dengan PT Bali Towerindi Sentra dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Ini simbolisasi komitmen memajukan Jakarta, memanfaatkan kesempatan ketika terjadi pandemi, begitu banyak kitabharus mengubah pola kerja, belajar. Sesuatu yang biasanya jarak dekat, sekarang serba dilakukan jarak jauh," papar Gubernur DKI di Balaikota Jakarta, Jum'at (28/8).

Lebih lanjut Anies berharap penyediaan fasilitas akses internet ini terealisasi lebih cepat, karena memang sudah menjadi kebutuhan primer di setiap rumah.

Tak hanya dipakai untuk pembelajaran daring, Anies juga mendorong warganya untuk membuat konten digital (content creator) dengan memanfaatkan akses WiFi gratis ini.

"Indonesia penuh dengan orang kreatif, inovatif. Begitu ada kesempatan, mudah-mudahan Jakarta bisa melihat menjamurnya content creator dunia digital dari mana-mana. Karena mata, tangan, pendengaran orang kreatif amat berbeda. Jadi bukan semata-mata sebagai konsumen atas informasi yang berada di dunia digital," harap Anies.

Pun dengan anak-anak, diharapkan WiFi gratis ini bisa dimanfaatkan untuk memberi gagasan, ide, tentang proses pembelajaran jarak jauh yang lebih menyenangkan dan memudahkan. Karena memang, pembelajaran jarak jauh sangat menantang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik DKI Atika Nur Rahmania, mengatakan, program JAKWIFI dihadirkan sebagai solusi memperluas penyediaan akses WiFi untuk warga. Targetnya, ribuan titik dapat diakses dalam beberapa tahun ke depan, khususnya di pemukiman padat.

"Melalui penandatanganan ini, ditargetkan dua bulan ke depan 9.000 titik akses poin yang progresnya bisa dilihat di JAKI," demikian Atika. (F)

 

Close X

Duh, Ini Keluhan Pemilik Perusahaan Terhadap Generasi Milenial!

Sebelumnya

Gadis Kelahiran Suriah Dinominasikan Sebagai Penerima Penghargaan Perdamaian Anak 2020

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah News