post image
Barli Asmara meninggal dalam usia 42 tahun/ Foto: ig@barliasmara
KOMENTAR

KABAR duka mewarnai industri mode Tanah Air. Salah satu desainer yang terkenal dengan craftmanship berkualitas, detail unik, dan orisinalitasnya, Barli Asmara, meninggal dunia di usia 42 tahun. Barli diketahui sudah tiga minggu dirawat di rumah sakit di Bali. Keluarga menyebutkan Barli meninggal akibat penyakit radang otak.

Saat mendengar kabar duka tersebut, desainer busana Muslim Vivi Zubedi tak bisa menahan rasa terkejutnya. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, semoga Allah mengampuni semua kesalahan Kak Barli,” ujar Vivi tak kuasa menahan air mata.

Saat itu Vivi tengah menjadi narasumber virtual presscon bersama Fery Farhati dan Nurasiah Uno (27/08/20). Berita duka itu membuatnya terpukul. Vivi mengaku dekat dengan Barli karena pernah bekerja sama beberapa kali. Di mata Vivi, Barli adalah sosok yang sangat baik dan brilian dalam berkarya.

Kesedihan juga tampak jelas dirasakan Dian Pelangi, desainer yang berkolaborasi dengan Barli menciptakan muslim fashion brand Pelangi Asmara tahun 2018. Saat dikonfirmasi media, ia mohon maaf atas nama sahabatnya tersebut sambil mendoakannya husnul khatimah.

Kedekatan Dian dan Barli memang tak sebatas pekerjaan. Keduanya sering terlihat traveling bersama dan Barli pun terlibat dalam pembuatan busana yang dikenakan Dian Pelangi di hari lamarannya dengan Sandy Nasution pada 2019 silam.

Hampir dua dekade karya-karya pemilik nama lengkap Barli Perdana Asmara itu menjadi favorit banyak perempuan Indonesia termasuk Dewi Sandra, Titi DJ, Krisdayanti, Andien, Chacha Frederica, hingga Reisa Broto Asmoro.

Namun tidak hanya perempuan Indonesia yang mencintai karya Barli, Presiden Joko Widodo pun pernah mengenakan busana rancangan Barli. Saat itu Jokowi merupakan presiden terpilih yang siap memimpin negara ini. Berawal dari kemeja putih, Barli kemudian dipercaya menjadi desainer langganan orang nomor satu di Indonesia itu. Barli memang mengidolakan mantan wali kota Solo tersebut dan menjaga hubungan baiknya dengan Jokowi.

Sepanjang belasan tahun, lelaki kelahiran 3 Maret 1978 ini sudah melahirkan banyak brand seperti Barli Asmara Couture, BARLI by Barli Asmara, BarliAsmara Uniform, dan B by Barli Asmara yang fokus pada busana muslim. Karya-karyanya yang bertema Kain Negeriku bahkan sudah merambah panggung New York Couture Fashion Week 2015. Adapun di tahun 2020, koleksi Barli tampil di MUFFEST bersama ETU, Ayu Dyah Andari, dan KAMI di panggung Wardah Fashion Journey. Sesaat sebelum pandemi Covid-19 menyerang dunia.

Empat tahun silam, menandai 15 tahun kiprahnya di ranah fesyen, Barli Asmara meluncurkan buku berjudul Lima Belas Warsa Barli Asmara, di Antara Gemerlap Ornamentasi. Buku tersebut mengisahkan perjalanan berliku Barli menuju kesuksesan sebagai perancang busana. Barli membuktikan bahwa tekad, kerja keras, doa, dan kreativitas tanpa batas adalah kunci mewujudkan mimpi serta menorehkan prestasi dalam bidang yang menjadi passionnya.

Sejak kecil, bungsu dari tiga bersaudara ini sangat hobi menggambar hal-hal yang ia temui setiap hari. Dari hobi menggambar itulah Barli kemudian belajar mendesain secara otodidak. Ia juga mengaku terinspirasi dari sang nenek yang merupakan seorang perias penganti sunda.

Keputusan Barli menekuni dunia rancang busana awalnya mendapat penolakan keras dari kedua orangtuanya. Namun Barli teguh dan bertekad membuktikan pada ayah ibunya bahwa pilihannya tepat. Ia mengawali usaha lewat kerja sama dengan butik milik temannya bermodal uang 2 juta rupiah.

Seiring perjalanan kreativitasnya, orang mengenal Barli dengan ciri khasnya yang kaya detail baik itu berupa sulam, bordir, bulu, rumbai, manik-manik, mutiara, permata, hingga teknik simpul makrame. Namun, untuk baju-baju muslim, tak jarang rancangan Barli terlihat lebih simpel dan clean.

Dengan talenta dan kreativitas yang ia punya, ditambah keluwesannya bergaul dengan berbagai kalangan, Barli menjelma menjadi sosok desainer muda berbakat. Ia dikenal sebagai pribadi yang sangat bersahabat, ramah, cerdas, dan tidak pelit berbagi ilmu. Itulah yang membuatnya menjadi kesayangan banyak orang.

Barli sempat tampil di sebuah entertainment news program untuk mengupas fashion styles and tips. Ia berkolaborasi dengan seorang selebriti untuk membahas tren terkini serta fashion do’s and don’t. Ada juga sesi make over yang menghadirkan pemirsa terpilih. Dalam segmen tersebut, Barli memberi masukan yang mudah diingat dan dipraktikkan oleh siapa saja.

Barli juga dikenal dekat dengan para perancang muda. Ia pernah menjadi mentor sebuah program fashion yang diprakarsai Wardah. Meski diakui Barli mendidik anak muda yang merupakan generasi milenial tidaklah mudah, ia merasa bangga ketika anak didiknya berhasil menaklukkan runway dengan koleksi indah mereka.

Ia berharap semua pengetahuan dan pengalaman yang ia bagikan dapat menambah percaya diri para desainer pemula untuk berkreasi dan mendirikan bisnis sendiri. Bagi Barli, itulah salah satu sumbangsihnya bagi keberlangsungan dunia fesyen Indonesia.

Selamat jalan Barli Asmara. Indonesia kehilangan lagi satu putra terbaiknya di bidang industri kreatif. You will be forever missed. (F)

 

Close X

Gaya Sporty Dan Minimalis Rani Hatta: Makin Kontemporer, Kian Mendunia

Sebelumnya

Chitra Subyakto: Mengeksplorasi Tanpa Henti Kekayaan Wastra Nusantara Lewat ‘Sejauh Mata Memandang’

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Fashion