post image
Gubernur Tokyo Yuriko Koike/Net
KOMENTAR

GUBERNUR Tokyo Yuriko Koike mengamankan masa jabatan kedua setelah menang dalam pemilu yang digelar akhir pekan kemarin (Minggu, 5/7).

Sang petahana mendapatkan dukungan besar baik dari partai penguasa maupun oposisi ketika berlaga dalam pemilu kali ini.

Bukan tanpa alasan, dukungan itu dikantonginya berkat kinerjanya yang mumpuni, terutama dalam hal menangani pandemi virus corona atau Covid-19 di Tokyo.

Pada pemilu kali ini, Koike menang setelah menerima 1,98 juta suara. Sementara penantang terkuatnya, yakni Kenji Utsunomiya yang merupakan seorang pengacara berusia 73 tahun dan juga mantan kepala Federasi Asosiasi Bar Jepang hanya mengantongi 470 ribu suara.

Penantang Koike lainnya adalah Taro Yamamoto. Sang mantan aktor berusia 45 tahun yang berubah menjadi pemimpin partai anti-kemapanan Reiwa Shinsengumi itu duduk di posisi ketiga dengan perolehan 390 ribu suara.

Mengutip <i>Japan Times</i>, kemenangan Koike menjadi pertana bahwa mayoritas warga Jepang ingin Koike melanjutkan kebijakannya dalam hal penanganan pandemi virus corona.

Sementara itu, Koike sendiri dalam pidato kemenangannya menuturkan bahwa pada periode kedua pemerintahannya, dia akan fokus pada upaya untuk mencegah dan mempersiapkan kemungkinan gelombang kedua Covid-19.

Sejumlah hal yang dia rencanakan adalah meningkatkan kapasitas pengujian, meningkatkan jumlah tempat tidur rumah sakit dan memperkuat sistem perawatan kesehatan kota.

Meski begitu, Koike menekankan bahwa dia tidak mempertimbangkan untuk meminta penutupan bisnis di tengah lonjakan infeksi baru-baru ini.

"Infeksi mulai menunjuk secara individual," kata Keiko.

"Daripada meminta penutupan bisnis secara keseluruhan, saya ingin memikirkan metode yang efektif (untuk mengekang infeksi)," sambung wanita berusia 67 tahun ini.

Koike sendiri merupakan sosok pemimpin wanita yang langka dalam panggung politik Jepang yang didominasi oleh pria. Begitu populernya sosok Koike sampai-sampai dia digadang-gadang sebagai kandidat potensial untuk perdana menteri Jepang selanjutnya.

Mengutip sejumlah sumber, Koike yang lahir 15 Juli tahun 1952 itu mengawali karir politiknya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Jepang sejak tahun 1993 hingga 2016.

Dia kemudian mundur dari kursi DPR Jepang untuk mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur Tokyo.

Sebelumnya, dia juga sempat menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe, namun kemudian mengundurkan diri pada bulan Agustus 2007 setelah menjabat hanya 54 hari di posisi tersebut.

Kemudian pada 31 Juli 2016, Koike terpilih sebagai Gubernur Tokyo, sekaligus menjadi gubernur wanita pertama di Tokyo.

Sejak saat itu dia menunjukkan kapabilitasnya dalam memimpin, termasuk dalam hal menangani pandemi Covid-19 dengan baik. (F)

Close X

Ini Peranan Penting Wanita Di Tengah Pandemi Covid-19, Menurut Menlu Retno

Sebelumnya

Jelang Pemilu AS, Barbie Luncurkan Boneka Tim Kampanye Wanita

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Women