post image
Daun Eucalyptus/Net
KOMENTAR

KABAR baru seputar penangkal Corona, muncul. Disebut-sebut ada tiga produk yang kini telah dipatenkan sebagai obat penangkal virus. Yaitu inhaler, difusser oil, hingga kalung anti Corona.

"Virus bertahan di mulut bisa satu minggu dan di hidung atau tenggorokan bisa dua minggu. Mengapa swab dilakukan di hidung dan tenggorokan, karena cairan yang mengandung virus menumpuk di situ. Kami sudah coba uji," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjry Djufry.

Makanya, kemudian dibuatlah tiga produk yang langsung menghantam ke arah hidung dan tenggorokan. Dan, tiga 'senjata' ini juga telah melalui proses uji coba.

Fadjry mengungkap, pihaknya telah melakukan uji coba terhadap tanaman eucalyptus dengan memanfaatkan kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptus). Hasil telusur ilmiah itu terbukti senyawa ini bisa membantu mencegah Covid-19, karena mereka dapat mengikat Moro yang terdapat dalam virus Corona jenis apapun.

Moro sendiri adalah main protease (3CLPro) atau enzim kunci dari virus Corona yang memiliki peran penting dalam memediasi replikasi dan transkripsi virus. Moro inilah yang ditarget agar laju replikasi dan transkripsi virus menjadi terhambat.

"Kesimpulannya, kami bisa (membunuh Covid-19) karena bahan aktif yang dimiliki eucalyptus dan Terget bisa membunuh Moro itu. Nah, kandungan Moro berlaku pada Covid-19 yang juga ada, dia bisa mereplikasi," tutur dia.

Virus SARS Cov-2 atau covid-19 ini merupakan salah satu varian dari Beta Corona. Dan klaim eucalyptus sebagai penawar Covid-19 bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Prototipe inovasi antivirus berbasis eucalyptus ini sebelumnya telah diluncurkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk kondisi darurat. Dan saat ini, siap untuk diproduksi secara massal. Bentuknya berupa inhaler, roll on, diffuser, kalung, dan balsam.

"Sekarang kita butuh cepat, toh kita sudah punya beberapa dosis yang tidak membahayakan untuk tubuh, aman digunakan, paling tidak mencegah penularan," tegasnya.(F)

Close X

Ibarat Banjir, Gelombang Pertama Covid-19 Masih Setinggi Lutut

Sebelumnya

Pakar PBB: Akan Semakin Banyak Penyakit 'Lompat' Dari Hewan Ke Manusia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health