KOMENTAR

SAMPAH plastik masih menjadi masalah besar dunia, termasuk Indonesia. Sebagai bentuk solusi dari penanganan sampah plastik, PT Unilever Indonesia Tbk menghadirkan Refill Station pertamanya di Saruga Package-free Shopping Store, Bintaro.

Kehadiran Refill Station ini, seperti dikatakan Head of Corporate Affair and Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, merupakan bentuk nyata dari komitmen perseroan untuk menjadi bagian dari solusi atas permasalahan sampah plastik.

"Unilever percaya bahwa hal ini akan dapat diatasi jika semua pihak saling bahu membahu dan bekolaborasi," ujar Nurdiana Darus dalam keterangan persnya, Jumat (28/2) lalu.

Menurut Nurdiana, proyek uji coba Refill Station diperkenalkan sebagai bagian dari upaya Unilever Indonesia dalam memberikan pilihan kepada konsumen yang ingin menggunakan produknya sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Tidak hanya itu, kehadiran Refill Station ini merupakan salah satu contoh penerapan konsep ekonomi sirkular (circular economy) yang selama ini dijalankan oleh Unilever Indonesia, yakni mengedepankan pentingnya unsur penggunaan kembali dan daur ulang, serta mereduksi penggunaan plastik.

"Hal ini sejalan dengan komitmen Unilever secara global untuk paling lambat pada 2025 mengurangi setengah dari penggunaan virgin plastic atau plastik baru, mempercepat penggunaan plastik daur ulang, serta mengumpulkan dan memproses kemasan plastik lebih banyak daripada yang dijualnya," jelas Nurdiana Darus.




Cegah Pencurian Identitas, WhatsApp Batasi Tangkapan Layar Foto Profil

Sebelumnya

Gerak Cepat, Bappenas Undang Dewan Pers dan Perusahaan Pers Susun Rekomendasi Kebijakan BEJO’S

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News