KOMENTAR

MASIH bingung mencari tempat les untuk mengembangkan bakat dan minat buah hati tercinta? Artikel berikut dapat dijadikan referensi ayah-bunda dalam menentukan tempat les kesenian yang bagus di daerah Jakarta Utara. Beragam les musik maupun les tari tradisional dan modern ada di sini.

Jaya Suprana School of Performing Arts adalah sekolah musik yang didirikan oleh Jaya Suprana dan Aylawati Sarwono pada 27 Januari 2009. Jaya Suprana lulus summa cum laude dari sekolah musik Jerman Musikhochschule Muenster dan Folkwanghochschule Essen. Jaya Suprana School of Performing Arts didedikasikan sebagai wadah kegiatan sosial budaya bagi para seniman-seniman muda berbakat Indonesia. JSSPArts juga banyak memberikan kontribusi dan beasiswa untuk mengembangkan seni musik, seni tari, seni teater dan kesenian tradisional.

School for Great Talents

Memasuki ruangan Jaya Suprana School of Performing Arts, kita disuguhi foto-foto murid yang mengadakan resital, dan poster-poster besar laksana teater atau bioskop. Pun begitu saat melangkahkan kaki menuju ruang auditorium dengan kapasitas 120 orang. Di sepanjang koridor kiri dan kanan juga di atas jejeran kursi kayu panjang terpampang poster-poster anak didik JSSPArts yang pernah mempertunjukkan talentanya.

Masih terletak di lantai yang sama dengan galeri Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), JSSPArts menyelenggarakan program kelas seni musik dan seni tari yaitu: vokal, piano, gitar, perkusi, violin, cello, sasando, kolintang, karawitan, angklung, choir anak, tari Jawa, tari Bali, Tari Nusantara, modern dance, K-pop dance, ballet, teater, dan music basic course. Dengan durasi kursus antara 30-90 menit untuk 12 pertemuan, kecuali music basic course hanya 10 pertemuan. JSSPArts menyediakan lebih dari 20 guru yang kompeten di bidang masing-masing.

JSSP Arts memiliki visi menginspirasi putra-putri Indonesia dalam memperjuangkan dan mengembangkan pergelaran seni tradisional berstandar internasional. Misinya adalah sebagai wadah untuk putra-putri bangsa mengasah kemampuan mereka, dengan memberi kesempatan menampilkan talenta mereka dalam acara-acara budaya bergengsi. Juga menegakkan pilar-pilar kebanggaan nasional bangsa Indonesia dengan melestarikan seni budaya lokal.

“Ciri khas dan yang membedakan Jaya Suprana School of Performing Arts dengan sekolah seni lain adalah kami mengharuskan anak didik kami mengikuti resital di setiap akhir pendidikannya. Karena resital merupakan pengalaman pertama seorang anak untuk menunjukkan kebolehannya di depan khalayak umum, selain sebagai portofolio mereka. JSSPArts mengeluarkan sendiri piagamnya,” tutur Liana Reiterer, Acting Deputy GM Jaya Suprana School of Performing Arts.

Melalui program Recital-Master Class di bawah asuhan langsung Prof. Jaya Suprana, para musisi muda Indonesia secara khusus dibina untuk siap tampil di panggung pergelaran resital kelas dunia. Dua kali dalam setahun, JSSPArts selalu menggelar acara home concert yang wajib diikuti oleh semua murid, yang bertujuan melatih keberanian dan kepercayaan diri mereka tampil di depan guru-guru, Pak Jaya dan Ibu Ayla, serta orangtua murid. Selain itu ada juga “Laskar Suprana” yang digelar setahun sekali, yaitu guru-guru yang tampil di depan murid dan orangtua murid. Acara ini bertujuan untuk mengapresiasi kerja keras guru dalam mendidik para murid.

Beberapa pianis muda jebolan JSSPArts pernah mendapatkan rekor MURI. Ada Evelyn Surjaatmadja, yang dalam resital tunggalnya pada 14 Juli 2018 lalu, berhasil mencetak Rekor Dunia MURI sebagai pianis termuda yang berhasil memainkan 12 Spanish Dances karya Komponis Spanyol, Enriqe Granados dan juga diberikan Certificate of Completion, Master Class Propam Jaya Suprana School of Performing Arts. Kemudian ada Michael Anthony Kwok, yang dianugerahi penghargaan dari MURI sebagai pianis termuda tunanetra dan autis, atas penampilannya dalam resital bertajuk “The Miracle of Sound”, di Erasmus Huis pada April 2017.

Selain itu, ada juga sekitar 12-17 anak-anak binaan khusus yang dilatih angklung di JSSPArts. Mereka adalah anak korban gusuran di sekitar Mall of Indonesia. Mereka dibina tanpa dipungut biaya sama sekali. Sampai saat ini mereka masih terus berlatih dan sering diajak tampil oleh Jaya Suprana hingga ke Korea.  Ada juga beberapa anak yang mendapat beasiswa dari JSSPArts seperti Canho Pasirua, pianis muda berusia 13 tahun dari Ende Flores, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya Canho sukses meraih penghargaan dari World Champions of Performing Arts di Long Beach California, Amerika Serikat.




KOMENTAR ANDA

Baca Juga