post image
KOMENTAR

DAWLAT Qatar atau Negara Qatar terletak pada wilayah geografis yang unik. Di tengah Teluk Parsi, di sebuah semenanjung di sisi timur jazirah Arab. Berbatasan langsung dengan Saudi Arabia di selatan. Dipisahkan oleh laut dengan Uni Emirat Arab di sebelah tenggara, dengan negara pulau Bahrain di baratdaya, dan dengan Iran di seberang timur.

Negeri semenanjung seluas 11.581 kilometer persegi itu dipimpin Bani Thani sejak tahun 1868 saat Mohammed bin Thani dan Inggris menandatangani pemisahan Qatar dan  Bahrain yang sebelumnya diikat perjanjian dengan Inggris pada 1820. Pada periode 1871 hingga 1915 Qatar berada di bawah pengaruh Turki Ustmaniah, dan sejak 1916 hingga 1971 berada di bawah perlindungan Inggris.

Sebelum sumur minyak ditemukan tahun 1940, perekonomian Qatar tergantung pada sektor perikanan dan kelautan. Qatar pernah dikenal sebagai salah satu produsen mutiara terbesar sampai era 1930an saat Jepang menguasai pasar mutiara dunia.

Penemuan sumur minyak Qatar, seperti di negeri-negeri lain di Timur Tengah, secara fundamental mengubah wajah Qatar. Selain energi fosil, Qatar juga mampu membangun sektor jasa keuangan. Kini Qatar termasuk dalam kelompok negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia Di sisi lain juga tercatat sebagai negeri dengan tingkat pajak terendah di dunia.

Kecil namun strategis, Qatar pun berhasil memanfaatkan situasi geografisnya pada percaturan politik global. Dalam Perang Teluk 1991 Qatar mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayahnya sebagai pangkalan militer. Di tahun 1996 perjanjian kerjasama militer itu dikembangkan, dan Qatar membangun Al Udeid Air Base. Kelak pangkalan militer ini menjadi markas US Central Command (Centcom) dalam Perang Afghan 2001 dan Perang Teluk 2003. Dukungan Qatar pada perang melawan terorisme global tidak pernah berhenti hingga kini.


Dalam wawancara dengan beberapa waktu lalu, Dutabesar Negara Qatar untuk Republik Indonesia Ahmed bin Jassim Al Hammar menjelaskan hubungan baik kedua negara dan persoalan yang dihadapi negara itu dengan negara-negara tetangganya. Qatar sejak 2017 dimusuhi oleh negara-negara Teluk karena dituduh ikut mensponsori kelompok teroris dan Iran. Hingga kini, sudah lebih dari dua tahun Qatar diblokade oleh tetangganya di kawasan.

Dubes Al Hammar yang pernah menjadi Direktur Jenderal Kantor Berita Qatar juga menjelaskan persiapan negaranya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Berikut petikan wawancara itu.

KOMENTAR ANDA