(Ki-Ka) Nadila Ladilafani dan Steffi Leonard dari Cotton in Lace/FARAH
(Ki-Ka) Nadila Ladilafani dan Steffi Leonard dari Cotton in Lace/FARAH
KOMENTAR

COTTON IN LACE merupakan merek mode asli Indonesia yang didirikan pada 9 Oktober 2023 yang memiliki gaya edgy dan feminine dengan inspirasi Korean and Japanese style.

Gaya ini memberikan garis tegas namun minimalis serta menggunakan warna-warna dasar yang lembut. Penggunaan lace atau renda sebagai salah satu ciri khas Cotton in Lace memberikan kesan feminin nan cantik sehingga memberikan gaya yang futuristic dan modern.

Steffi Leonard selaku Owner & CEO Cotton in Lace sebenarnya sudah memiliki merek mode MIssKami Hijab yang fokus pada desain mode hijab.

Dengan berbekal pengalaman tersebut maka Cotton in Lace dibuat untuk memberikan pilihan mode kepada para pecinta fashion hijab dengan gaya yang effortless nan cantik namun tetap nyaman walaupun tertutup aurat. Gaya mode Cotton in Lace juga dapat digunakan oleh pecinta mode yang tidak menggunakan hijab dengan style yang disesuaikan.

Menurut Steffi Leonard, meskipun Cotton in Lace masih terbilang sangat baru di industri fesyen, ia bersyukur bahwa koleksi Idul Fitri tahun ini mendapat respons yang sangat luar biasa. Bahkan, Steffi menyebut ia berhasil mencapai omzet hingga 200 persen.

Berangkat dari momen tersebut, ditambah dengan antusias loyal customernya, Cotton in Lace kemudian menghadirkan koleksi terbaru untuk Idul Adha.

Apa keunikan Cotton in Lace dibandingkan jenama fesyen lain?

Menurut Nadia Ladilafani selaku Fashion Designer Head Cotton in Lace, keunikan yang menjadi keunggulan Cotton in Lace terletak pada lace alias renda brokat.

“Untuk menciptakan look yang modern, maka kami mendesain sendiri lace-nya, sehingga lace kami bersifat limited edition, yang khas menggunakan earth tone,” ujar Nadila.

Dengan keberhasilan yang diraih saat ini, apakah Cotton in Lace siap untuk go international?

“Untuk saat ini, kami lebih fokus untuk menggarap pasar di Tanah Air, tapi kami juga telah menyiapkan strategi ke depan untuk mengembangkan Cotton in Lace,” pungkas Steffi Leonard.




dr. Ayu Widyaningrum Persembahkan Teknologi Treatment Kecantikan Terbaru “Fat Filler”

Sebelumnya

Ceramide dan Niacinamide, Apa Beda dan Manfaatnya untuk Kecantikan Kulit?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA