Ilustrasi tangan bayi/Anadolu
Ilustrasi tangan bayi/Anadolu
KOMENTAR

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dampak kelaparan di Jalur Gaza semakin berat setiap hari karena para dokter dan staf medis melihat bayi yang baru lahir meninggal karena berat badan terlalu rendah.

“Banyak ibu hamil mengalami kekurangan berat badan dan menderita, sebuah komplikasi yang terjadi jika Anda mencoba untuk hamil sementara Anda kekurangan nutrisi,” kata juru bicara WHO Margaret Harris pada konferensi pers PBB di Jenewa (19/3).

“Kami juga melihat semakin anak-anak berada di ambang kematian karena kelaparan sehingga perlu diberi makan secara intens, dan pekerjaan kami saat ini adalah mendirikan pusat stabilisasi malnutrisi,” katanya lagi.

Namun, tambahnya, untuk dapat mendirikan pusat-pusat tersebut mereka perlu membawa material dalam skala yang tidak mungkin dilakukan tanpa akses dan keamanan seperti kondisi Gaza saat ini.

Lebih dari 31.800 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza, dan hampir 74.000 lainnya terluka, selain menyebabkan kehancuran massal dan pengungsian.

UNRWA menyatakan kelaparan akan segera terjadi di Gaza. Dan hanya akses yang berkelanjutan dan lebih banyak pasokan yang akan menyelamatkan nyawa masyarakat Palestina, demikian dilaporkan Anadolu.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News