Di antara pengungsi yang berlindung di UNRWA Rafah/AFP
Di antara pengungsi yang berlindung di UNRWA Rafah/AFP
KOMENTAR

UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees) alias Badan PBB untuk Pengungsi Palestina menyatakan kesulitan dalam merawat setidaknya 50 ribu perempuan hamil yang berada di Jalur Gaza.

“Ada sekitar 50 ribu perempuan hamil dengan lebih dari 180 di antaranya melahirkan setiap hari,” demikian pernyataan tertulis UNRWA pada Minggu (24/12).

Perawatan tersebut menjadi sangat sulit karena serangan Israel tidak pernah berhenti di sepanjang Jalur Gaza.

Dengan tersisa tujuh pusat kesehatan UNRWA yang masih beroperasi, dokter dan bidan menempuh segala cara untuk bisa merawat para ibu pasca-melahirkan dan perempuan hamil yang berisiko tinggi.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui X pada Minggu (24/12) menyatakan hancurnya sistem kesehatan di Gaza merupakan sebuah malapetaka.

“Di tengah kondisi yang tidak aman dan pasien terluka terus berdatangan, kami melihat para dokter, perawat, sopir ambulans, dan banyak lainnya terus berupaya menyelamatkan nyawa,” tulis Tedros.

Dilansir kantor berita Wafa, Dirjen WHO menegaskan bahwa WHO dan mitra kesehatannya akan terus bekerja sama dengan para dokter untuk mengirimkan pasokan kebutuhan medis, mendukung penyediaan layanan, serta mengevakuasi korban luka parah.

“Dan tentunya kami tetap menyerukan gencatan senjata, sekarang juga.”




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News