Ayah dan anak perempuan adalah satu paket yang dijanjikan Allah untuk melangkah ke surga-Nya/Net
Ayah dan anak perempuan adalah satu paket yang dijanjikan Allah untuk melangkah ke surga-Nya/Net
KOMENTAR

ANAK merupakan karunia terbesar dalam kehidupan sebuah pasangan. Anak adalah masa depan peradaban. Agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat, pendidikan terbaik harus disiapkan.

Islam sangat memperhatikan pendidikan anak dan menggolongkannya sebagai kewajiban, terlebih mendidik anak perempuan. Kehidupan yang keras dan aroma patriarki tidak pernah mudah bagi dijalani oleh seorang anak perempuan. Beragam diskriminasi dapat saja menjerat, sehingga pendidikan menjadi modal utama untuk mendapatkan kehidupan yang adil.

Abdul Mun’im Ibrahim dalam buku Mendidik Anak Perempuan (2005: 46) menjelaskan, mendidik anak perempuan dimulai sejak awal, mulai dari memilih calon istri. Baik dan jelek prilaku anak perempuan sangat tergantung kepada sang ibu. 

Jika sang ibu “menyusuinya” dengan kebaikan, maka si putri akan tumbuh dan berkembang menjadi seorang wanita yang baik. Kebaikan yang ditanamkan sejak kecil mampu mendarah daging di dalam diri si putri. 

Namun, jika sang ibu “menyusuinya” dengan kejelekan dan hal-hal negatif, maka ia juga akan tumbuh dan berkembang menjadi seorang wanita yang tidak baik. Kejelekan yang telah tertanam sejak kecil telah menyerap sampai ke dalam hati, sehingga si anak tumbuh menjadi seorang wanita yang tidak baik.

Memilih istri yang pandai mendidik anak perempuan adalah keputusan penting yang akan mempengaruhi masa depan mereka. Seorang ibu yang memiliki nilai-nilai moral yang kuat, pendidikan yang baik, kesabaran yang hebat, dan kemampuan untuk membangun rasa percaya diri, adalah aset berharga dalam membantu anak-anak perempuan tumbuh menjadi individu yang berharga. 

Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih pasangan hidup, karena kebahagiaan dan masa depan anak-anak bergantung pada pilihan istri. Anak perempuan akan tumbuh dengan pengaruh kuat dari ibunya, bahkan si putri bisa melakukan copy paste dari sang ibunda.

Lantas, bagaimana sekiranya posisi kita saat ini bukan lagi “memilih”?

Muhammad Ali al-Hasyimi dalam bukunya Kepribadian Wanita Muslimah (2019: 146) menguraikan, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa punya tiga anak perempuan, memberi mereka tempat berlindung, dan tahan menghadapi suka duka mereka dengan sabar, niscaya Allah memasukkannya ke surga berkat cintanya kepada mereka." 

Seorang lelaki bertanya, “Bagaimana kalau cuma punya dua, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Bahkan kalau cuma dua.” 

Lelaki lain bertanya, “Bagaimana kalau cuma punya satu, wahai Rasulullah?” 

Beliau menjawab, “Bahkan kalau cuma satu.”

Ibnu Abbas berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa punya seorang anak perempuan, dan ia tidak menguburnya hidup-hidup ataupun mempermalukannya, dan ia tidak mengutamakan anak lelakinya atas dirinya, niscaya Allah akan memasukkannya ke surga berkat dirinya.”

Nah, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah, dapat kita teladani bahwa mengajak dan memotivasi istri untuk bersungguh-sungguh dalam menjaga dan mendidik anak perempuan adalah hal terpenting. 

Kendati kita sudah tidak lagi dalam posisi memilih ibu yang terbaik bagi anak perempuan, maka yang ada kita berdayakan semaksimal mungkin. Suami istri perlu membangun visi dan motivasi yang sama tentang pendidikan, agar anak perempuan tumbuh menjadi generasi unggulan.

Bukanlah suatu kebetulan ketika Nabi Muhammad mengeluarkan banyak hadis tentang anak perempuan, melainkan bertujuan mulia dalam menjaga masa depan kemanusiaan.

Hendaknya kita terus menyemangati pasangan dalam memperhatikan pendidikan anak perempuan, dengan poin-poin motivasi berikut ini:

  1. Keberkahan memiliki anak perempuan. Hadis Nabi mengajarkan bahwa memiliki anak perempuan adalah sebuah keberkahan. Anak perempuan adalah anugerah dari Allah yang harus dihargai dan dirawat dengan baik.
  2. Tanggung jawab orang tua. Orang tua harus memberikan perlindungan dan kasih sayangnya kepada anak-anak perempuan mereka. Ini mencakup aspek fisik, emosional, dan spiritual.
  3. Kesabaran dan cinta. Dalam proses mendidik, akan ada tantangan dan kesulitan. Tetapi dengan kesabaran, cinta, dan perhatian yang tulus, orang tua dapat membantu anak-anak perempuan mereka tumbuh menjadi insan yang baik.
  4. Kesempatan untuk surge. Salah satu keutamaan yang paling menarik dari hadis Nabi adalah janji masuk surga bagi orang tua yang memenuhi kriteria dalam mendidik anak perempuan mereka. Ini adalah hadiah besar bagi mereka yang berusaha dengan tulus dalam peran sebagai orang tua.

Sungguh surga yang Allah janjikan untuk orang tua yang memberikan pendidikan terbaik untuk anak perempuannya.




Apakah Kita Layak Merayakan Kemenangan?

Sebelumnya

Minal ‘Aidin Wal Faizin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur