Presiden Joko Widodo menyerahkan tongkat estafet ketua ASEAN kepada Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone/Kemenkominfo
Presiden Joko Widodo menyerahkan tongkat estafet ketua ASEAN kepada Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone/Kemenkominfo
KOMENTAR

KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN telah selesai diselenggarakan, Kamis (7/9). Ada 90 dokumen penting yang telah disepakati, dibagi dalam tiga bidang yaitu keamanan, kemanusiaan, dan ekonomi.

Di bidang Keamanan, disepakati berbagai isu penting di antaranya setiap negara ASEAN bertanggung jawab menjaga stabilitas kawasan, implementasi Kawasan outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dalam menanggapi isu di dalam kawasan Indo-Pasifik, dan deklarasi perilaku para pihak perlu diterapkan sepenuhnya untuk menjaga perdamaian di Laut China Selatan.

Kemudian, hukum internasional, termasuk Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982 harus ditegakkan. Begitu pula dengan pembentukan mekanisme troika untuk penanganan krisis di Myanmar.

Lalu dari sisi Ekonomi, ASEAN berada di jalur yang benar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi (epicentrum of growth); penguatan ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan keuangan; pengembangan ekosistem kendaraan listrik di ASEAN didukung China, Jepang, dan Korea Selatan.

Kerja sama ekonomi digital, di antaranya terkait pelatihan keamanan siber dan pembangunan infrastruktur. Juga adopsi kerangka kerja ekonomi biru ASEAN untuk meningkatkan kolaborasi ekonomi berwawasan lingkungan.

Sedangkan dari sisi kemanusian, disepakati isu penting terkait peningkatan promosi dan perlindungan HAM di kawasan melalui dialog. Penyediaan akses pendidikan dini berkualitas untuk anak, dan peningkatan koordinasi dalam mempromosikan pemberdayaan perempuan.

Juga telah disepakati bahwa Keketuaan ASEAN 2026 dipegang oleh Filipina, menggantikan Myanmar dan dilanjutkan sesuai alfabet. Sekretariat ASEAN yang berada di Jakarta pun berubah menjadi Markas Besar ASEAN.

“Alhamdulillah, KTT ke-43 ASEAN berjalan dengan baik dan lancar. Walaupun di tengah situasi sulit, keketuaan Indonesia menghasilkan banyak hal sebagai upaya menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran Kawasan,” kata Presiden Joko Widodo menutup KTT ke-43 ASEAN di Jakarta, Kamis (7/9) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo secara resmi menyerahkan tongkat estafet ketua ASEAN kepada Perdana Menteri (PM) Laos, Sonexay Siphandone, yang akan memegang keketuaan ASEAN berikutnya. Presiden Joko Widodo pun mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dan kerja sama.

“Mari kita terus perkuat kolaborasi dan kerja sama untuk ASEAN yang damai dan makmur, serta menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik untuk semua. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungan untuk keketuaan Indonesia 2023. Dengan demikian KTT ke-43 ASEAN dan KTT terkait lainnya secara resmi saya tutup,” demikian ia.




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News