Ilustrrasi Great Wall China atau Tembok Besar China/NET
Ilustrrasi Great Wall China atau Tembok Besar China/NET
KOMENTAR

GREAT WALL China atau Tembok Besar China yang merupakan warisan dunia dirusak dua orang pekerja di Provinsi Shanxi Utara, China.

Diketahui motifnya untuk membuat jalan pintas menuju rumah dengan menjebol dinding tersebut memakai alat berat ekskavator. 

"Dua orang itu bermarga Zheng (38) dan wanita bermarga Wang (55) harus ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan," kata polisi setempat seperti dikutip dari The Straits Times, Kamis (7/9). 

Akibat ulahnya, tembok penuh sejarah itu mengalami kerusakan permanen terhadap integritas Tembok Besar Dinasti Ming dan keamanan peninggalan budaya. 

Di laman yang sama, terkuak rencana pekerja itu menghancurkan bagian Tembok Besar China itu dilakukan demi membuat jalan pintas untuk pekerjaan konstruksi tak jauh dari tembok tersebut. 

Sementara itu, Beijing TimesTotal mengungkapkan atas laporan kerusakan telah terjadi dari 2015. Alhasil, tembok Besar China sudah mengalami 30 persen kerusakan dengan total 2.000 km.

Sebagian kerusakan dikarenakan erosi alam dan ulah manusia. Banyak penduduk lokal yang mencuri batu-bata untuk membangun rumah.

Untuk diketahui, tembok ini dibangun pada zaman Dinasti Ming di antara abad ke-14 dan ke-17. Bentangan yang dibangun pada era lain diperkirakan memiliki panjang keseluruhan hingga 21.000 km. 

Namun diperkirakan bentangan menjadi berkurang mencapai 6.000 km akibat kerusakan yang terjadi. 

Adapun fungsi dari tembok Besar China ini dibangun sebagai benteng yang melindungi wilayah Kerajaan Tiongkok dari invasi.

Destinasi wisata ini juga telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1987.

Satu tahun sebelumnya (2014), survei yang dilakukan oleh Masyarakat Tembok Besar Tiongkok, hanya sekitar 8,2 persen Tembok Besar yang berada dalam kondisi baik, dan 74,1% tergolong kurang terpelihara.

 




Pembatalan Kenaikan UKT oleh Menteri Nadiem Tidak Menyelesaikan Masalah

Sebelumnya

Menteri Nadiem Batalkan Kenaikan UKT

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News