Trens Girl Math ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dari seorang perempuan yang 'boros'/Net
Trens Girl Math ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dari seorang perempuan yang 'boros'/Net
KOMENTAR

PEREMPUAN dan belanja bisa dibilang satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Layaknya rutinitas, kebanyakan perempuan biasanya akan merasa ada yang kurang ketika tidak pergi berbelanja.

Tidak pandang bulu, baik remaja, dewasa, maupun lansia, yang namanya perempuan pasti tidak bisa lepas dari belanja. Bahkan baik weekday ataupun weekend, siang maupun malam, bahkan cerah dan hujan sekalipun, kegiatan berbelanja harus terlaksana, seolah tak ada hari esok.

Bicara soal durasinya pun tak main-main, bisa hingga berjam-jam lamanya. Seorang perempuan sanggup berdiri atau berjalan hingga puluhan kilometer demi kelancaran dan kepuasan berbelanja.

Jangan heran jika kemudian perempuan diidentikkan dengan pemborosan, meskipun tidak semuanya demikian.

Tapi, label ini perlahan coba disingkirkan. Jika Anda termasuk salah satu penggemar TikTok, mungkin saat ini sering lewat di beranda tentang Girl Math atau matematika perempuan. Video yang tengah menjadi perbincangan hangat para perempuan Tiktok’ers ini mencoba untuk mengubah stereotype bahwa apa yang dilakukan perempuan itu tidak merugikan. Perempuan pandai berhitung.

Tren ini mencoba memberitahu dunia bahwa kita tidak bisa menggunakan logika ketika menyangkut urusan uang.

  • Bahwa manusia tidak memiliki keterampilan berpikir kritis atau kemampuan mengelola uang dengan baik.
  • Bahwa manusia tidak mampu membuat keputusan keuangan yang masuk akal.
  • Bahwa manusia akan menggunakan alasan apapun untuk mengeluarkan uang.
  • Bahwa masa depan finansial tidak relevan.

Bahkan seorang direktur keuangan pribadi dan perencanaan pensiun untuk Morningstar Christine Benz, sempat berujar, “Saya benci melihat anggapan bahwa perempuan adalah orang yang boros atau tidak pandai menggunakan uang”.

Girl Math disebut-sebut juga mewakili jenis akuntansi mental yang dilakukan banyak orang, termasuk laki-laki.

Walaupun tidak sepenuhnya dapat dibenarkan, Girl Math ini mampu dijadikan ‘pembelaan’ bagi perempuan ketika diberikan predikat pemboros. Hanya saja, memang lebih baik untuk memprioritaskan sesuatu hal yang lebih penting daripada itu semua.




Masuk Pertengahan Tahun, Saatnya Memperkuat Kembali Self-Improvement

Sebelumnya

Kembali Beraktivitas Pascalibur Lebaran, Simak Tips Bekerja Efektif dan Lebih Fresh ala POCO

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family