KOMENTAR

ISTILAH stay-at-home mom (SAHM) depression alias depresi ibu rumah tangga mungkin bukan diagnosis formal, namun menjadi pengalaman umum bagi ibu yang melepaskan pekerjaannya untuk memikul beban manajemen rumah dan perawatan anak.

Seperti kita ketahui, membesarkan anak tidaklah mudah. Ini adalah kerja cinta yang menuntut waktu, perhatian, energi, dan kesabaran—bahkan ketika orang tua merasa sudah tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan.

Karena tuntutan mengasuh anak dan biaya perawatan anak, banyak pasangan memilih satu orang tinggal di rumah dan menangani anak, rumah, dan tanggung jawab sehari-hari. Dan posisi itu sebagian besar diambil oleh ibu.

Dilansir Healthline, menurut laporan The State of Moms and Dads in America tahun 2022, 28 persen ibu tinggal di rumah penuh waktu, dibandingkan dengan 7 persen ayah.

Merasa down dari waktu ke waktu adalah hal yang wajar sebagai seorang SAHM. Namun, jika pikiran Anda terus-menerus putus asa, atau merasa kehilangan tujuan dan tidak ada yang penting, itu mungkin menjadi salah satu tanda bahwa kita hidup dilanda SAHM depression.

Sekali lagi, perlu diingat bahwa depresi ibu rumah tangga bukanlah diagnosis formal.

Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengalaman bersama dari gangguan depresi, seperti gangguan depresi mayor (MDD), di antara SAHM yang sering menghadapi keadaan serupa terkait pengasuhan di rumah.

Gejala depresi ibu rumah tangga

Sementara gangguan depresi yang berbeda dapat mendasari depresi ibu rumah tangga, mereka umumnya memiliki gejala inti yang sama seperti suasana hati yang buruk dan kehilangan energi.

Namun, bagaimana gejala depresi diterjemahkan ke dalam keseharian seorang ibu rumah tangga adalah unik. Setiap ibu rumah tangga bisa memiliki gejala yang berbeda.

Misalnya, perasaan tidak berharga adalah gejala MDD dan merupakan bagian dari kriteria diagnostik untuk gangguan tersebut. Sebagai ibu rumah tangga, rasa tidak berharga bisa muncul sebagai perasaan tidak mampu sebagai orang tua, pemberi nafkah, atau sebagai pasangan.

Seorang ibu rumah tanga juga bisa mengalami gangguan depresi lain yaitu merasa sedih dan hampa hampir sepanjang hari, kehilangan minat hampir di semua aktivitas, perubahan berat badan, gangguan tidur, kegelisahan yang memperlambat fungsi motorik, kelelahan ekstrem, merasa tidak berharga, memiliki konsentrasi yang buruk, dan suasana hati yang buruk.

Semua gejala tersebut memang bisa dialami siapa saja. Setiap orang bisa merasa lelah dan suasana hati yang buruk.

Namun jika berbagai gejala itu tidak pernah hilang dan mulai mengganggu fungsi sehari-hari, itulah tanda ibu rumah tangga hidup dengan depresi. Dan ibu harus segera mencari cara untuk mengatasinya.




4 Langkah Mengatasi Toxic Marriage

Sebelumnya

Silent Treatment, Salah Satu Ciri Toxic Marriage yang Mesti Diwaspadai

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Family