KOMENTAR

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan ASEAN tidak boleh menjadi ajang persaingan antara sesama negara anggota dan pentingnya semua pihak menghormati hukum internasional.

“ASEAN berkomitmen memperkuat persatuan dan solidaritas, juga memperkokoh sentralitas ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar Presiden Jokowi saat menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-56 di Jakarta, Jumat (14/7/2023).

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN berlangsung pada 10-14 Juli 2023. Dalam rangkaian kegiatan ini, para menlu membahas Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ), bertemu Komisi Antar-pemerintah ASEAN untuk HAM (AICHR), dan sesi pleno serta sesi pengkajian.

Para menlu ASEAN juga menggelar pembicaraan dengan mitra yaitu Selandia Baru, China, Australia, India, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Inggris, serta Uni Eropa.

Para menlu ASEAN juga dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Amerika Serikat dan ASEAN Plus Tiga (APT), serta bertemu Forum Regional ASEAN (ARF) dan pertemuan menlu KTT Asia Timur (EAS).

Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya kerja sama dan dukungan dari para anggota ASEAN serta seluruh mitra agar bisa memanfaatkan potensi besar Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan, sesuai tema keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini.

Negara-negara ASEAN diketahui memiliki potensi berupa populasi usia produktif yang besar dan kekayaan alam yang melimpah. Karena itulah, kawasan ASEAN harus mampu memanfaatkan keunggulan tersebut dan bergerak maju.

“Negara-negara ASEAN yang sedang berkembang butuh kearifan juga butuh dukungan baik dari negara-negara maju maupun negara-negara sahabat untuk mengambil pendekatan saling menguntungkan,” ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga mengharapkan seluruh anggota ASEAN dan seluruh mitra untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di kawasan dan dunia. Ia mencontohkan pepatah di Indonesia yaitu menang tanpa ngasorake, yang artinya setiap orang bisa menjadi pemenang tanpa harus merendahkan yang lain.

“Saya mengajak kita semua bisa menjadi pemenang yang terhormat, menang tanpa ngasorake,” katanya.




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News