Pemerintah Turkmenistan bertekad negaranya bebas rokok dalam dua tahun ke depan/Net
Pemerintah Turkmenistan bertekad negaranya bebas rokok dalam dua tahun ke depan/Net
KOMENTAR

ROKOK akan menjadi musuh bagi masyarakat Turkmenistan dalam dua tahun ke depan. Di mana, pemerintah setempat tengah meluncurkan kampanye anti merokok yang "belum pernah terjadi sebelumnya."

Pemimpin otoriter Turkmenistan membuat gebrakan bagi negara yang dipimpin nya untuk bisa bebas dari tembakau dalam waktu dua tahun yakni pada 2025 mendatang.

"Perjuangan ‘tanpa kompromi’ melawan merokok akan mencakup tindakan keras terhadap "impor ilegal produk tembakau dan penjualannya, termasuk pipa shisha dan rokok elektronik," kata Presiden Serdar Berdymukhamedov dilansir dari AFP, Sabtu (17/6).

Dia mengatakan, tekad untuk mengkampanyekan tersebut dilakukan secara besar-besaran dan belum pernah terjadi sebelumnya. Harapnya negara lain bisa mengikuti sebagai negara tanpa tembakau di dunia.

"Negara kita akan meluncurkan gerakan anti-tembakau besar-besaran dengan ukuran yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membantu memperluas negara-negara tanpa tembakau di dunia," ujarnya.

Berawal dari larangan iklan rokok hingga larangan merokok di tempat umum. Dia mengkalim kampanye anti-rokok ini dilakukan dengan cara yang amat ketat. Pemerintah juga tak segan menerapkan hukuman bagi para pelanggar yang ketahuan merokok di depan umum.

Dilansir dari beberapa sumber menyebutkan, Sebanyak 20 pemuda ketahuan lalu diamankan pihak berwenang karena menyelundupkan tembakau dan shisha dan produk rokok elektronik di perbatasan negara.

Tak tanggung-tanggung, bila tertangkap maka ada sanksi sosial yang harus diterima. Salah satunya membuat rekaman video permintaan maaf ke publik karena merokok shisha. Meski dilakukan di rumah sendiri.

"Dan mengunggah videonya ke Instagram. Ini adalah hal yang dilarang di salah satu negara penghasil gas metana yang memanaskan planet itu," demikian Berdymukhamedov.




Bertentangan dengan Kesepakatan Internasional, Amerika Serikat Halangi Palestina Jadi Anggota Penuh PBB

Sebelumnya

Potensi Tsunami Masih Ada, Warga Diminta Waspadai Erupsi Gunung Ruang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News