Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

BERCANDA merupakan hal lumrah yang banyak dilakukan orang untuk mencairkan suasana. Bagi anak-anak, bercanda memiliki sisi positif, agar anak mudah bersosialisasi.

Dalam candaan, biasanya semua pihak akan merasakan kesenangan yang sama, lalu tertawa bersama, tidak ada satu atau beberapa pihak yang merasa disudutkan, bahkan terluka.

Tapi, dalam faktanya tidak demikian. Banyak sekali candaan yang kemudian berubah menjadi bullying, bahkan bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik korbannya

Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengenalkan etika bercanda pada anak, agar tidak menjurus pada bullying yang menyakiti satu atau sekelompok temannya. Sebab bukan tidak mungkin, niat awal bercanda untuk mendapatkan kesenangan justru bisa menyebabkan orang lain marah, bahkan berdampak buruk.

Batasan bercanda

Di usia anak yang masih dini, penting bagi Ayah Bunda mengenalkan pada Si Kecil batasan bercanda. Ini penting, agar anak tidak menjadi pelaku bullying yang menyakiti teman-temannya.

1. Tidak membuat cedera

Batasan pertama adalah tidak membuat cedera. Tekankan pada anak-anak, bahwa Batasan bercanda adalah jangan sampai mencelakai atau mencederai. Jangan sampai menendang, memukul, mendorong, atau apapun yang membuat lawan bercandanya sakit.

Kemudian, ajak anak untuk membayangkan jika ia menjadi korban bercandaan. Dengan begitu, Si Kecil akan belajar berempati dan mengindentifikasi perasaannya sendiri.

2. Tidak menghina fisik

Ingatkan anak untuk tidak membicarakan kekurangan fisik teman-temannya. Jika anak menemukan teman yang memiliki kekurangan fisik, bicarakan dan beri penjelasan dengan Bahasa yang mudah dimengerti. Intinya, jangan sampai anak melontarkan kata-kata buruk atau menyakiti hati orang lain.

3. Tidak berbohong

Penting untuk mengingatkan anak, bahwa bercanda itu bukan berarti berbohong. Katakan, bahwa itu bisa membuat orang lain marah atau kesal. Itu sudah melenceng jauh dari tujuan bercanda, yaitu membuat kita merasa senang.

Bercanda dalam Islam

Dalam suatu kesempatan, Rasulullah Saw pernah mengajak istri serta para sahabatnya untuk melempar canda satu sama lain, agar mereka menjadi lebih bahagia dan mencairkan suasana.

Meski menjadi hal yang diwajarkan dan hampir dilakukan setiap hari, namun ada Batasan yang perlu dipahami, yaitu:

  • Tidak menyebut nama Allah
  • Tidak melakukan candaan yang tidak disukai teman
  • Hindari topik serius
  • Tidak berkata atau tidak bersikap buruk

Demikianlah, buku Adab Bercanda Dalam Islam menjelaskan agar candaan yang dilontarkan baiknya tidak menimbulkan percikan api yang bisa membuat kesalahpahaman terhadap satu sama lain.




Pemalu atau Social Anxiety? Yuk Kenali Tanda-Tandanya, Bunda!

Sebelumnya

Anak Slow Response Saat Diperintah, Ayah Bunda ‘Berkaca’ Dulu Sebelum Marah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting