Menkes Budi Gunadi Sadikin gunakan Chatbot Whatsapp untuk memantau angka stunting di Indonesia/RMOL Bengkulu
Menkes Budi Gunadi Sadikin gunakan Chatbot Whatsapp untuk memantau angka stunting di Indonesia/RMOL Bengkulu
KOMENTAR

KABAR baik buat para kader posyandu. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memudahkan kegiatan pencatatan status gizi anak Indonesia lewat hadirnya chatbot Whatsapp (WA) yang langsung terhubung dengan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK).

Mengutip laman Instagram Kemenkes RI, aplikasi ini ditujukan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di Posyandu untuk mencatat program kesehatan pada balita, yang meliputi penimbangan berat badan (BB), pengukuran panjang badan (PB) dan tinggi badan (TB).

Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, berikut langkah-langkah yang bisa diikuti oleh tenaga kesehatan yang bertugas di Posyandu:

1. Mendaftarkan diri lewat nakes

Sebelum memulai pengisian data balita di aplikasi ASIK, terlebih dulu kader harus mendaftarkan diri. Caranya, bisa menghubungi petugas kesehatan terdekat, kemudian berikan data diri, lalu petugas akan mendaftarkan kader pada aplikasi ASIK.

Adapun data yang diperlukan adalah Nama, NIK, Desa/Kelurahan, Nomor Whatsapp, Nama Posyandu, dan Nama Puskesmas.

2. Mendaftarkan diri sendiri

Kader juga bisa mendaftarkan diri sendiri dengan cara unduh aplikasi ASIK, lalu pilih Kader Posyandu. Selanjutnya, masukan data diri seperti NIK, Nama Lengkap, Nomor Whatsapp, Alamat, dan nama puskesmas. Dan terakhir, petugas puskesmas akan melakukan verifikasi kader di ASIK Web.

Untuk tahapan pencatatan posyandu melalui Chatbot WhatsApp, caranya sebagai berikut:

  • Simpan nomor WA Layanan Kesehatan Primer Kemenkes RI di 081278878812.
  • Ketik ‘posyandu’, lalu kirim ke nomor tersebut.
  • Akan ada pilihan menu posyandu, lalu pilih ‘Bayi dan Balita’ untuk pendataan pertama.
  • Tekan tombol ‘Pencatatan’ untuk mulai mencatat data anak tersebut.
  • Lalu ada pilihan tanggal kegiatan, klik ‘Hari Ini’ untuk mencatat kegiatan pada hari yang sama, atau klik ‘Pilih Tanggal Lain’ untuk mencatat kegiatan pada hari sebelumnya.
  • Klik ‘Data Dasar’ untuk mulai mengisi data.
  • Setelah itu akan muncul pertanyaan, “Apakah anak sudah memiliki NIK atau belum?”, klik ‘Tidak’ jika belum memiliki NIK, lalu lengkapi data seperti Nama Lengkap, Tanggal Lahir dan Jenis Kelaminnya.
  • Jika sudah memiliki NIK, klik ‘Ya’ dan masukan 16 angka NIK anak dan orangtuanya. Jika orang tua tidak memiliki NIK, ketika ‘0’.
  • Masukan nomor WA orang tua/Wali anak.
  • Cek kembali data yang sudah diisi, jika benar klik ‘Ya’
  • Setelah pengisian data selesai, klik ‘pengukuran’
  • Masukan hasil pengukuran berat badan dalam angka dengan format 00,0 (dalam kg)
  • Masukan juga hasil pengukuran tinggi badan/panjang badan dalam angka dengan format 00,0 (dalam cm)
  • Kemudian masukan juga cara pengukuran tinggi badan/panjang badan anak, apakah berbaring atau berdiri
  • Setelah itu akan muncul data hasil pemeriksaan berupa grafik pertumbuhan anak. Jika sudah sesuai klik ‘Lanjutkan’ dan klik ‘pemeriksaan’ untuk melanjutkan pencatatan
  • Masukan ke informasi ASI, kader bisa klik ‘Ya’ jika balita mendapatkan ASI dan klik ‘Tidak’ jika sebaliknya
  • Selanjutnya informasi MP-ASI, klik ‘Ya’ jika anak sudah mendapatkannya dan klik ‘Tidak’ jika belum diberikan MP-ASI
  • Akan ada pertanyaan tentan Vitamin A, pertanyaan ini hanya akan muncul pada Februari dan Agustus, klik pilihan sesuai dengan data anak
  • Selanjutnya, pertanyaan mengenai PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk anak yang terdampak stunting
  • Konfirmasi data pemeriksaan. Jika sudah benar, klik ‘Ya’
  • Tahap terakhir, klik ‘Akhiri Pencatatan’ atau klik ‘Selanjutnya’ untuk mencatat data anak berikutnya.

Nah, itulah cara menggunakan Chatbot Whatsapp untuk para kader posyandu.




Cegah Pencurian Identitas, WhatsApp Batasi Tangkapan Layar Foto Profil

Sebelumnya

Gerak Cepat, Bappenas Undang Dewan Pers dan Perusahaan Pers Susun Rekomendasi Kebijakan BEJO’S

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News