Gempa bumi membuat sejumlah kerusakan, seperti rumah-rumah yang roboh/Net
Gempa bumi membuat sejumlah kerusakan, seperti rumah-rumah yang roboh/Net
KOMENTAR

BENCANA gempa bumi belakangan ini terjadi di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Mulai dari Cianjur hingga Garut, bahkan DKI Jakarta pun diprediksi akan mengalami pergerakan tanah yang berindikasi pada bencana gempa bumi.

Agar warganya siap, siaga dan tanggap bencana, Pemprov DKI Jakarta lewat laman Instagramnya, mengeluarkan edukasi Siaga Bencana Gempa Bumi. Diharapkan, dengan edukasi ini diharapkan bisa meminimalisir korban jiwa.

Pengertian gempa bumi

Gempa bumi adalah peristiwa bergoncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas sesar (patahan), aktivitas gunungapi, atau runtuhan batuan.

Jenis bencana ini bersifat merusak, dapat terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Gempa bumi dapat menghancurkan bangunan, jalan, jembatan, dan sebagainya dalam sekejap.

Sampai saat ini, belum ada ahli dan institusi yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempa bumi. Institusi yang berwenang untuk mengeluarkan informasi kejadian gempa bumi adalah BMKG.

Dari BMKG, segala informasi dari berbagai parameter mengenai besaran suatu gempa bumi, titik pusat gempa bumi, kedalaman gempa bumi, dan potensi tsunami, bisa diketahui.

Siaga bencana gempa bumi

Sebelum terjadinya bencana gempa bumi, ada baiknya masyarakat tahu apa yang harus dilakukan. Mulai dari menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri, melakukan latihan untuk menghadapi reruntuhan seperti menunduk, melindungi kepala, berpegangan, hingga bersembunyi di bawah meja.

Kemudian, siapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan. Jika ingin membangun rumah, pastikan konstruksinya tahan gempa, dan segeralah renovasi bagian rumah yang rentan roboh.

Perhatikan pula daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Saat bencana terjadi, yang sebaiknya dilakukan adalah:

1. Ketika di dalam bangunan seperti rumah, sekolah, atau gedung bertingkat, guncangan akan terasa untuk beberapa saat. Sebaiknya, segera mencari tempat berlindung seperti kolong meja, untuk melindungi diri dari bagian bangunan yang mudah roboh atau dari jendela kaca. Jika sedang memasak, segera matikan kompor dan cabut semua peralatan yang menggunakan listrik, untuk menghindari risiko kebakaran.

Bila keluar rumah, perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng, dan material lainnya. Gunakan tangga darurat umtuk evakuasi, kenali bagian bangunan yang kuat seperti sudut bangunan, dan ikuti instruksi evakuasi.

2. Ketika berada di dalam mobil, jauhi persimpangan, pinggirkan kendaraan, dan berhentilah. Ikuti instruksi petugas lewat alat komunikasi. Apabila mendengar kemungkinan tsunami, segera lakukan penyelamatan ke tempat yang lebih tinggi, seperti bukit atau bangunan tinggi.

Waspadalah terhadap gempa bumi susulan dan segera evakuasi diri usai berlindung di bangunan dengan memerhatikan reruntuhan maupun benda-benda berbahaya lainnya.

Berdirilah di tempat terbuka, jauh dari bangunan atau instalasi listrik. Jika berada di atas bukit, hindari tempat yang rawan longsor.




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News