post image
Mengajarkan anak menenangkan diri saat tantrum, bermanfaat baginya untuk mengendalikan emosi sendiri/Net
KOMENTAR

BALITA kerap kali mengalami tantrum dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi Bunda untuk menenangkannya. Alih-alih mencoba menenangkan, tidak sedikit Bunda yang justru membiarkan anak-anak yang emosional itu merasa lelah dan akhirnya diam dengan sendirinya.

Mendiamkan anak yang sedang tantrum hingga lelah, tidak dibenarkan ya, Bunda. Ada beberapa cara yang bisa digunakan Bunda untuk mengajarinya menenangkan diri. Karena pada dasarnya, anak itu bisa diajarkan.

Ajari Balita Bermain Sendiri

Biasakan anak untuk bermain sendiri. Bunda bisa memberikannya mainan agar anak dapat mendistraksi dirinya sendiri saat tantrum. Memang awalnya akan sulit, namun perlu dibiasakan.

Ajari Anak Menarik Napas

Sama seperti orang dewasa, menarik napas dalam-dalam bisa untuk menenangkan diri. Saat tantrum, Bunda bisa mengajarinya untuk menarik napas sampai ia tenang. Setelah itu, biasanya si kecil bisa menerima lingkungan baru tanpa tantrum.

Seimbangkan Waktu Aktif dan Istirahat

Anak yang memiliki waktu istirahat yang cukup cenderung memiliki emosi yang stabil dibanding anak yang kurang istirahat. Jadi, ada baiknya Bunda menyeimbangkan waktu aktif dan istirahat anak. Meski bergerak aktif memiliki manfaat untuk tumbuh kembang si kecil, hal itu bisa membuat anak cepat lelah dan mudah tantrum.

Latih Keterampilan Coping Stress

Coping stress atau cara untuk mengatasi stres dapat diajarkan pada anak sejak dini. Misalnya saat tantrum, ajak ia melakukan hal lain untuk mengalihkan emosinya, sepertu menarik napas dalam-dalam, mengelus dada, atau pergi ke ruang terbuka. Jika ia terbiasa dengan hal itu, maka kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa.

Cara terakhir adalah menjadi contoh bagi anak. Ya, anak umumnya akan menyontoh apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Jadi, saat Bunda atau Ayah mulai emosi dan ingin marah, cobalah untuk menenangkan diri.

Gunakan berbagai cara, mulai dari menarik napas dalam-dalam, hingga pergi ‘bersembunyi’ di kamar. Si kecil tentu akan belajar bahwa penting mengendalikan emosi dan menenangkan diri sendiri saat tantrum.




Anak Juga Perlu Egois Sebelum Belajar Berbagi, Kenapa Begitu?

Sebelumnya

Krisis Mental Saat Remaja Alami Perubahan Hormonal, Harus Bagaimana?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Parenting