Deklarasi IGC & Danone Indonesia untuk mengurangi angka stunting/ Dok. IGC
Deklarasi IGC & Danone Indonesia untuk mengurangi angka stunting/ Dok. IGC
KOMENTAR

DALAM rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2022 bertagline "Leave No One Behind" yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Indonesian Gastronomy Community (IGC) didukung Danone Indonesia mendeklarasikan konsensus dari para ahli lintas bidang, yaitu pangan, budaya, sosio antropologi, dan kesehatan mengenai peran nutrisi dan hidrasi melalui makanan tradisional untuk pencegahan stunting.

Deklarasi yang dihadiri para pakar dan anggota IGC tersebut digelar di restoran Kembang Goela, Jl. Jend. Sudirman Kav.47-48 Karet Semanggi, Jakarta Selatan pada Senin, 17 Oktober 2022, dengan pembicara Ria Musiawan, (Ketua Umum IGC), Dr. Dr. Ray Wagiu Basrowi,MKK (Medical Science Director Danone Indonesia), dan Hindah Muaris (Dewan Pakar IGC).

Konsensus ini didasari besarnya keprihatinan terhadap stunting yang disebabkan oleh permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia. Stunting masih menjadi isu prioritas karena berdampak serius terhadap kualitas generasi bangsa.

Meskipun angka prevalensi stunting di Indonesia telah menurun, yang awalnya sekitar 26,92 persen pada tahun 2020 menjadi 24,4 persen pada tahun 2021, namun angka ini dinilai masih tinggi jika dibandingkan dengan angka yang ditetapkan oleh WHO yaitu kurang dari 20 persen.

Para ahli yang berperan dalam penyusunan konsensus tersebut adalah Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum (Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI), Dr. dr. Luciana B. Sutanto MS.Sp.GK (Dokter gizi sekaligus President of Indonesian Nutrition Association), Chef Stefu Santoso, Hindah Muaris (Dewan Pakar IGC), Abidin Fikri (Anggota Komisi IX DPR RI), Patricia Tobing (Perwakilan GAPPMI), Dr. Endang Mariani Rahayu, M.Psi (Pakar Sosio-Antropologi dan Psikologi Komunitas),  serta Ninuk Pambudi (Pengamat Media Kompas Gramedia).

“Sebagai komunitas yang memiliki misi sebagai pelestari makanan dan minuman di Indonesia, untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Indonesia, serta sebagai bentuk komitmen dan dukungan IGC terhadap usaha penanggulangan stunting di Indonesia, maka disusunlah konsensus dari para ahli. Kami memfasilitasi konsensus ahli melalui pendekatan gastronomi untuk menghasilkan suatu sikap dan kebijakan bersama dalam penanganan stunting,” papar Ketua Umum IGC.

Sementara itu, Dr.dr.Ray W. Basrowi, MKK menyampaikan dukungannya terhadap percepatan penurunan stunting di Indonesia. Sebagai perusahaan makanan dan minuman, Danone Indonesia yang berkomitmen One Planet, One Health telah aktif berkontribusi mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting.

“Stunting adalah masalah kompleks di Indonesia, bukan hanya tentang isu nutrisi dan makanan, namun juga ada aspek psikologis, ekonomi, budaya, dan stabilitas. Untuk itu masalah stunting harus menjadi perhatian bersama.”

“Indonesia tidak pantas menjadi negara dengan angka stunting tinggi, karena variasi makanan tradisional Indonesia luar biasa besar dan beragam, dimana pangan lokal dapat memenuhi hampir kebutuhan 60 persen protein,” lanjut dr. Ray.

Ia juga menjelaskan bahwa hidrasi sehat atau asupan air minum yang cukup dan berkualitas juga merupakan faktor penting untuk perkembangan kognitif yang optimal pada anak.

“Strategi gastronomi dengan menu gizi seimbang dari bahan pangan lokal yang diolah menjadi berbagai hidangan yang enak dan menyehatkan dapat memperbaiki gizi anak dan menurunkan stunting,” pungkas Hindah Muaris.




Bunda PAUD: Manasik Haji Jadi Edukasi Penting Tanamkan Nilai Agama Sejak Usia Dini

Sebelumnya

Penyakit Akut dan Kronik Hantui Anak dan Ibu Hamil di Turki, MER-C Segera Kirimkan Tim Dokter

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel C&E