Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

PENYAKIT gangguan ginjal akut yang terjadi pada ratusan anak di bawah 5 tahun di Indonesia, harus menjadi perhatian serius para orangtua. Gangguan ginjal akut ini benar-benar menjadi keprihatinan tersendiri.

Curigai jika anak memiliki tanda-tanda berikut ini:

  • Orangtua wajib memantau frekuensi, warna, dan jumlah urine.
  • Yang dimaksud dengan urine berkurang adalah jika:
  1. Jumlahnya kurang dari 0,5 ml/Kg/jam pada anak
  2. Kurang dari 1 ml/Kg/jam pada bayi.
  3. Atau tidak ada urine sama sekali 6-8 jam saat siang.
  • Warna urine yang wajib menjadi perhatian adalah kuning keruh, yang menandakan bahwa anak kekurangan cairan.

Sebagai contoh kasus, seorang anak berusia 3 dengan berat badan 13 kg. Dalam 8 jam ia mengalami buang air kecil (BAK) 2 kali dan total jumlah urine 30 ml. Jika dihitung, 30 ml dibagi 8 jam, kemudian dibagi lagi 13 kg, maka urine yang dikeluarkan anak sebanyak 0,3 ml.

Ini artinya, jumlah urine anak tersebut sudah tidak normal, karena kurang dari 0,5 ml/kg/jam.

Contoh kasus lainnya adalah bayi berusia 6 bulan dengan berat badan 7 kg. Dalam 5 jam, urine yang dikeluarkannya sebanyak 70 ml.

Apabila dihitung, 70 ml dibagi 5 jam, lalu dibagi 7 kg, maka hasilnya 2 ml/kg/jam. Ini artinya, urine bayi tersebut masih dibilang normal, karena lebih dari 1 ml/kg/jam.

Jika pada contoh kasus di atas, maka anak yang berusia 3 wajib menjadi perhatian orangtua. Ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika tanda bahaya dari gejala gagal ginjal akut tersebut sudah ada.

“Ginjal fungsinya adalah menyaring racun dalam tubuh dan membuangnya lewat urine. Kalau ginjal cedera, sehingga mampet dan tidak bisa BAK , maka racun-racun akan menumpuk di dalam tubuh sehingga menimbulkan masalah atau korslet pada sistem tubuh lainnya,” tulis dr Citra Amelinda dalam akun Instagramnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, penting untuk menjaga kesehatan ginjal dengan cara:

  • Banyak minum. Pastikan tubuh tidak kekurangan cairan.
  • Tidak minum obat atau suplemen herbal sembarangan, agar tidak memperberat kerja ginjal.

Waspada jika kira-kira sudah ada tanda-tanda ginjal mulai cedera (penurunan produksi urine). Terutama jika sebelumnya sakit yang cukup berat seperti batuk pilek demam parah, muntaber, dan lainnya.




EVALI, Ancaman Pengerasan Saluran Napas dan Pembuluh Darah Bagi Penggemar Vape

Sebelumnya

Mengenal Pitties Breastfeeding, ASI Keluar dari Ketiak. Ini Cara Mengatasinya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health