Ilustrasi obat sirup untuk anak/Net
Ilustrasi obat sirup untuk anak/Net
KOMENTAR

HINGGA saat ini, kasus gagal ginjal akut yang terjadi pada 2 anak di DKI Jakarta, belum diketahui penyebabnya. Obat sirup Praxion yang sebelumnya diduga menjadi penyebab, ternyata tidak terbukti.

Karenanya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau para orang tua untuk mencatat jenis dan merek obat yang dikonsumsi Si Kecil saat sakit. BPOM juga mewanti-wanti untuk mengonsumsi obat sesuai aturan pakai dan dosis yang tertulis pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter.

“Masyarakat disarankan untuk mencatat obat yang diminum putra putrinya, terutama yang berusia balita, kemudian menginformasikannya kepada tenaga kesehatan saat memeriksakan anak mereka,” begitu bunyi pernyataan BPOM, mengutip situs resminya, Kamis (9/2).

Tidak hanya mencatat, BPOM juga mengimbau masyarakat untuk selalu membeli dan memperoleh obat di sarana resmi, yaitu apotek, toko obat berizin, atau fasilitas pelayanan kesehatan.

Penyebab gagal ginjal akut selain obat

Gagal ginjal akut adalah kondisi saat ginjal berhenti bekerja secara tiba-tiba. Penyakit ini bisa disembuhkan jika pasien segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika tidak ada masalah kesehatan lain yang menyertai, umumnya ginjal dapat kembali bekerja dengan normal.

Pada kasus gagal ginjal yang ditemukan oleh Dinkes DKI Jakarta belum lama ini, ahli farmasi klinis Universitas Gadjah Mada Zullies Ikawat mengatakan, ada kemungkinan lain penyabab munculnya penyakit tersebut, selain obat.

Pada dasarnya, gagal ginjal akut bisa terjadi karena tiga faktor, yaitu:

  1. Aliran darah ke ginjal terganggu karena kehilangan darah atau cairan, konsumsi obat penurun tekanan darah, serangan jantung dan penyakit jantung lainnya, infeksi, gagal hati, konsumsi obat Pereda nyeri, anafilaksis atau reaksi alergi parah, luka bakar parah, hingga dehidrasi berat.
  2. Penyebab lainnya adalah ginjal yang rusak, misalnya karena racun, pembekuan darah di dalam dan sekitar ginjal, deposit kolesterol yang menghalangi aliran darah di ginjal, sindrom uremik hemolitik. Kemudian infeksi, penyakit lupus, konsumsi obat-obatan tertentu, atau scleroderma.
  3. Penyakit di saluran urin yang disebabkan kanker kandung kemih, pembekuan darah di saluran kemih, kanker serviks, kanker usus besar, pembesaran prostat, batu ginjal, dan kanker prostat.

Jadi, untuk mempermudah deteksi dini terhadap anak yang mengalami gagal ginjal akut, sebaiknya selalu mencatat merek dan jenis obat yang dikonsumsi anak dan beritahukan kepada tenaga medis.

Kemudian, jangan membeli obat sembarangan. Belilah di apotek-apotek atau fasilitas kesehatan lainnya.




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News