post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

PADA awal menjalin hubungan yang serius, kita merasa menjadi orang yang paling kenal dengan pasangan. Seiring berjalannya waktu, ternyata tidak demikian adanya.

Banyak yang menemukan perbedaan pada pasangan, setelah sekian lama berumah tangga. Ada yang sering mengancam, berbohong, bahkan menyalahkan pasangannya.

Hati-hati, pasangan manipulatif. Orang manipulasi akan mengeksploitasi emosional untuk memengaruhi dan mengendalikan tindakan pasangannya. Ini tentu saja jadi hubungan yang toksik, karena mereka akan berkuasa dan memegang kendali atas pasangannya untuk mendapatkan yang diinginkan.

Mendeteksi sikap manipulatif dalam sebuah hubungan sebenarnya sangat sulit. Sebab, tanda-tandanya tidak terlalu terlihat, apalagi kalau kamu tidak jeli.

Untuk menghindari dari tindakan manipulasi pasangan, perlu mengandalkan insting. Jika pasangan sudah membuat kamu merasa lelah, emosional, cemas, takut, ragu dengan keinginan, pikiran, dan bahkan perasaan sendiri, mungkin kamu telah dimanipulasi pasangan.

Ciri-ciri pasangan manipulatif adalah:

  • Gaslighting

Pasangan kamu mungkin akan berkata hal-hal buruk tentang dirimu yang membuat kamu merasa tak layak untuk mengekspresikan diri. Padahal, semua adalah kesalahannya.

  • Pasif-Agresif

Teknik yang biasa digunakan yaitu menghindar, bisa menghindari kamu atau topik pembicaraan tertenu. Juga kerap melakukan Tindakan sarkasme.

  • Berbohong dan Menyalahkan

Mereka secara terang-terangan akan berbohong untuk mendapatkan citra diri yang lebih positif. Dia juga sering menyalahkan demi mencapai tujuannya.

  • Memaksa dan Mengancam

Pasangan yang mengancam atau memaksa melakukan sesuatu adalah tindakan manipulatif emosional. Jika pasangan melakukan ini, segera cari bantuan profesional.

Perilaku manipulatif dari pasangan tidak bisa dianggap remeh. Sebabm tindakan ini sudah termasuk pelecehan emosional yang harus diatasi.

Hal yang perlu kamu lakukan adalah jangan memaklumi tindakan manipulasi. Tetapkan batasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Cobalah untuk lebih menyayangi diri sendiri dan segera minta bantuan atau pertolongan pada professional.




Apa Hukuman bagi Pelaku KDRT di Indonesia?

Sebelumnya

Catat! Inilah 4 Jenis Tindakan KDRT Menurut Undang-Undang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family