post image
Ratu Elizabeth II gemar minum teh/Net
KOMENTAR

PESONA Ratu Elizabeth memang luar biasa. Apapun yang terkait dengan Ratu Inggris tersebut, seperti pakaian, tas, make up, dan sebagainya, mencuri perhatian siapa saja.

Bahkan setelah ia wafat pada Kamis (8/9) lalu, hal-hal yang pernah digunakan, atau yang menjadi favorit, banyak dicari orang. Salah satunya kantung teh celup bekas Ratu Elizabeth II.

Kantung teh celup itu kini menjadi viral, setelah ada yang menjualnya di marketplace e-Bay. Harganya sangat fantastis, yaitu 12 ribu dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 179 juta. Kuat dugaan, kantung teh celup itu diselundupkan keluar dari Kastil Windsor pada 1998.

“Ini adalah teh celup yang mungkin pernah Anda lihat di CNN pada akhir 1998. Miliki sepotong sejarah! Sangat berharga!” Begitu bunyi keterangan foto tersebut.

Agar pembeli semakin yakin, teh celup tersebut dilengkapi dengan Sertifikat Keaslian yang dikeluarkan oleh Institute of Excellence (IECA). Di dalam Sertifikat Keaslian itu tertulis, “Telah ditentukan tanpa keraguan, bahwa pernyataan berikut ini sepenuhnya benar: Ini adalah teh celup.”

Memang, semasa hidup Ratu Elizabet II sangat suka minum teh. Ia biasanya minum pada sore hari. Jenis the yang sering dikonsumsi adalah Teh Earl Grey klasik dan Teh Silver Tips Imperial dari Assam.

Ratu sangat menyukai the asli, tanpa tambahan susu atau gula. Sebagai teman minum teh, disiapkan sandwich dan kue ringan.

Patung Lilin dengan Rambut Manusia Asli

Tidak hanya kantung teh celup, sebuah patung lilin seukuran tubuh Ratu Elizaveth II juga dujual seharga 15 ribu dolar AS atau setara Rp 233 juta. Patung ini diklaim memakai rambut manusia asli.

Begitu pula bagian bola mata resin, yang dirancang berdasarkan pupil asli manusia. Pun bagian giginya, sudah disesuaikan dengan anatomi manusia.

Sayangnya, produk-produk aneh ini kini sudah dihapus dari e-Bay. Entah karena sudah laku atau ada pertimbangan lainnya.




ISEF 2022 Resmi Dibuka, Wapres Ma'ruf Amin: Bank Indonesia Menjadi "Hamzah Washal Kabir" untuk Industri Halal di Indonesia

Sebelumnya

Bank Dunia Tegaskan Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2030 Tidak Akan Tercapai, Mengapa?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News