post image
Mendikbudristek Nadiem Makarim bermain sambil belajar bersama kedua putrinya/ Net
KOMENTAR

SETIAP kita disibukkan dengan banyak urusan setiap harinya.

Perempuan bekerja misalnya, harus pandai-pandai mengatur waktu untuk memastikan agar kebutuhan keluarga terpenuhi dengan baik sebelum ia meluncur ke tempat kerja.

Pun bagi para womanpreneur yang bekerja dari rumah, pengaturan waktu menjadi kunci agar urusan bisnis memakan waktu 24 jam hingga mengganggu kebersamaan dengan keluarga.

Pun demikian bagi para ibu rumah tangga masa kini. Kesibukan urusan rumah tangga, ditambah antar jemput anak, dan pergi ke sana-sini untuk menyelesaikan berbagai hal, membutuhkan pengaturan waktu yang baik.

Bicara kesibukan, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim tentu menjadi satu contoh tokoh yang sehari-harinya dipenuhi kesibukan.

Sejak dulu ia berprofesi sebagai pengusaha hingga menjadi Mendikbudristek, ia juga sangat sering melakukan perjalanan dinas ke berbagai penjuru Tanah Air serta mancanegara.

Hebatnya, Mas Menteri, begitu ia akrab disapa para awak media, bersama sang istri, Franka Franklin selalu memiliki waktu untuk membacakan bed time story untuk ketiga buah hatinya yang masih kecil.

Bagaimana tips dan trik Mas Menteri Nadiem mengatur waktu?

Dalam bincang santai IG live bersama Pusat Prestasi Nasional, laki-laki kelahiran 4 Juli 1984 ini berbagi tiga tips mengatur waktu agar kesibukannya berjalan lancar, tidak tumpang-tindih, dan tidak mengorbankan kepentingan keluarga.

Tiga tips itu adalah:

1. Belajar bilang tidak pada hal-hal yang bukan prioritas
2. Pastikan punya tim yang hebat di sekitar kita. Dengan begitu kita bisa mendelegasikan tugas secara efektif dan efisien
3. Sisakan waktu untuk berpikir. Jangan habiskan waktu untuk meeting, meeting, dan meeting. Kita harus punya waktu untuk memikirkan langkah selanjutnya dan bagaimana mewujudkan konsep ke dalam aplikasi nyata.

Semoga tiga tips ala Mas Menteri di atas bisa membantu kita lebih fokus mengelola waktu.




Apa Hukuman bagi Pelaku KDRT di Indonesia?

Sebelumnya

Catat! Inilah 4 Jenis Tindakan KDRT Menurut Undang-Undang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family