post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

IMUNISASI merupakan proses untuk membentuk dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit infeksi tertentu, yang dilakukan dengan pemberian vaksin.

Badan kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Pemerintah menyediakan panduan imunisasi wajib untuk anak usia 0-18 tahun, yaitu:

Imunisasi Hepatitis B
Sesuai dengan namanya, imunisasi bertujuan untuk mencegah penyakit hepatitis B, yaitu infeksi hati yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya,seperti sirosis dan kanker hati.

Dikutip dari alodokter.com, imunisasi hepatitis B dilakukan melalui suntikan di bagian otot paha bayi. Vaksin ini dilakukan sebanyak 5 kali. Pemberian pertama dilakukan sesaat setelah bayi lahir, sedangkan dosis berikutnya diberikan berturut-turut saat bayi berusia 2,3 , 4 dan 18 bulan.

Pada kasus khusus, bila bati terlahir dari seorang ibu yang terjangkit hepatitis B, maka pemberian imunisasi akan disertai dengan suntikan imunoglobulin hepatitis B (HBIG) untuk membantu menghasilkan kekebalan tubuh terhadap virus tersebut dalam jangka waktu cepat.

Imunisasi Polio
Polio merupakan penyakit menular akibat infeksi virus yang menyerang sistem syaraf di otak dan syaraf tulang belakang. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan sesak napas, meningitis, kelumpuhan bahkan kematian.

Untuk mencegah penyakit tersebut, bayi harus diberi vaksin polio, ada yang diberikan dengan cara oral atau diteteskan ke dalam mulut bayi tersebut dan ada yang diberikan dalam bentuk suntik. Vaksin polio yang berbentuk oral diberikan sebanyak 4 kali, yaitu ketika bayi baru lahir lalu ketika bayi usia 2,3 dan 4 bulan.

Sedangkan vaksin polio dalam bentuk suntik diberikan atau IPV diberikan 1 kali ketika bayi berusia 4 bulan untuk membentuk kekebalan yang sempurna, vaksin ini disuntikkan pada bagian otot paha bayi.

Imunisasi BCG
Penyakit Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri TBC yang umumnya menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang dan otak. Penyakit ini cukup berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian. Dan Indonesia berada di urutan ke-3 negara  dengan kasus TBC tertinggi di dunia, setelah India dan Cina

Meskipun berakibat fatal, penyakit ini dapat disembuhkan dan dicegah dengan pemberian vaksin BCG.  Imunisasi BCG tersebut dapat diberikan segera setelah bayi lahir dalam bentuk suntikan ke dalam jaringan kulit pada lengan kanan atas. Umumnya bekas vaksin BCG ini menimbulkan sedikit benjolan atau luka kecil namun tidak berbahaya.

Imunisasi Campak Rubella
Campak dan Rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus,yang menimbulkan gejala ruam merah pada kulit yang terasa gatal. Rubella menular melalui percikan air liur dari penderitanya ke orang sehat. Kedua penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi, mulai dari diare berat, infeksi telinga, penumonia hingga kerusakan otak.

Untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan melengkapi imunisasi campak rubella. Imunisasi dapat diberikan sebanyak 3 kali, yaitu saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan dan 15 tahun, dengan cara menyuntikkan vaksin ke jaringan kulit pada lengan atas.

Imunisasi DPT-HB-HiB
Imunisasi DPT-HB-HiB dilakukan untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap beberapa penyakit, yaitu difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis atau radang otak.

Imunisasi wajib diberikan 4 kali, pada bayi usia 2, 3, 4 dan 18 bulan, yang disuntikkan pada otot paha anak.

Vaksin MMR
Vaksin MMR adalah kombinasi untuk melindungi anak dari campak, gondongan dan rubella, yang merupakan penyakit yang menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti meningitis, pembengkakan otot atau hilang pendengaran. Vaksin ini diberikan sebagai imunisasi dasar pada bayi berusia 9 bulan, lalu sebagai imunisasi lanjutan pada anak usia 5-7 tahun.

Vaksin PCV
 Vaksin PCV (pneumokokus) diberikan sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit pneumonia, meningitis dan septikemia, yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Vaksin ini diberikan sebagai imunisasi dasar pada bayi usia 6 bulan dan sebagai imunisasi lanjutan pada 12-24 bulan.

Vaksin Influenza
Vaksin influenza diberikan untuk mencegah ISPA yang disebabkan virus influenza. Dapat diberikan ketika bayi berusia 6 bulan.

Vaksin Rotavirus
Vaksin ini digunakan untuk melindungi anak dari gastroenteritis penyebab diare. Vaksin ini diberikan sebagai imunisasi dasar sebanyak 3 kali pada bayi berusia 2 bulan, lalu dilanjutkan pada usia 3 bulan dan 4 bulan untuk dosis ke-2 dan ke-3

Vaksin Tipes
Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit tipes yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

Vaksin ini dapat diberikan untuk anak diatas usia 24 bulan. Setelah itu vaksin diulang setiap 3 tahun sekali. Vaksin ini dapat diberikan secara oral untuk anak berusia di atas 6 tahun.

Vaksin Hepatitis A
Vaksin ini dilakukan untuk mencegah infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan hati, yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Pemberian vaksin ini dapat diberikan sebanyak 2 dosis mulai usia 1 tahun dan dosis ke-2 dapat diberikan 6-12 bulan kemudian.

Vaksin Varisela
Vaksin ini dilakukan untuk mencegah infeksi virus Varicella-Zooster yang menyebabkan penyakit Cacar Air. Vaksin ini dapat diberikan mulai usia 12 bulan sampai 18 bulan. Pada usia 1-2 tahun, vaksin diberikan dalam 2 dosis, dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Usia 13 tahun atau lebih dengan interval 4-6 minggu.

Vaksin HPV
Vaksin HPV adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang dapat menyebabkan kanker serviks Vaksin ini idealnya diberikan kepada baik kepada anak perempuan maupun laki-laki yang berusia 9-19 tahun,ketika organ kelamin belum aktif secara seksual. Pada anak-anak, vaksin ini diberikan secara 2 kali, dengan jarak pemberian 6-12 bulan antarvaksin.

Vaksin JE
Dilansir dari primayahospital.com, vaksin ini dilakukan untuk mencegah infeksi virus Japanese Encephalitis yang ditularkan melalui gigitan nyamuk rumahan yang bertelur di air tergenang, yang dapat menyebabkan terjadinya radang otak.




Apa Hukuman bagi Pelaku KDRT di Indonesia?

Sebelumnya

Catat! Inilah 4 Jenis Tindakan KDRT Menurut Undang-Undang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family