Doa Nabi Ibrahim, menjadi salah satu doa yang dahsyat untuk meminta agar Allah menjadikan anak keturunan kita sebagai ahli ibadah/ Net
Doa Nabi Ibrahim, menjadi salah satu doa yang dahsyat untuk meminta agar Allah menjadikan anak keturunan kita sebagai ahli ibadah/ Net
KOMENTAR

SEJAK masih dalam kandungan, orangtua selalu mendoakan hal-hal baik untuk anak. Dari sekian banyak doa yang dipanjatkan, doa agar anak menjadi ahli ibadah yang paling sering diucapkan.

Adalah Doa Nabi Ibrahim, menjadi salah satu doa yang dahsyat untuk meminta agar Allah menjadikan anak keturunan kita sebagai ahli ibadah.

Salah satu doa tersebut adalah yang terkuat dalam Surat Ibrahim ayat 40 yang artinya, "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku".

Doa tersebut mengandung beberapa hikmah, yaitu:

1. Allah mengajarkan sifat tawadhu (rendah hati) dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Juga pengharapan yang tulus kepada Allah SWT.

2. Dia tersebut mencerminkan kekuatan jiwa orang yang mengucapkannya, sehingga hati yang membaca bisa merasakan kedekatan dengan sang Pencipta.

3. Doa tersebut memiliki tingkat keyakinan yang paripurna, yaitu lengkap dan sempurna. Karena iman seorang Nabi dan Rasul selalu bertambah setiap saat dan tidak berkurang layaknya manusia biasa.

Kehidupan Nabi Ibrahim penuh cobaan. Karenanya Beliau selalu memanjatkan doa agar keturunannya menjadi ahli ibadah dan taat kepada Allah SWT.

Ibadah wajib seorang muslim adalah shalat. Jika shalatnya baik akan akhlaknga juga baik. Tapi jika seseorang meninggalkan shalat, tidak hanya akhlak tetapi amalannya juga buruk.

Seperti firman Allah SWT dalam surat Atau Thaahaa ayat 132, "Dan perintahkanlah kepada keluarganu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa".

Tak hanya berdoa, Nabi Ibrahim juga memberikan contoh dengan mengajarkan anak-anaknya shalat. Dan, ia memerintahkan keturunannya untuk shalat jika waktunya sudah tiba.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia 10 tahun (jika mereka meninggalkan shalat)! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan." (diriwayatkan dalam hadis dari Abdullah bin Amr ra)

Jadi, ajarkan dan doakanlah anak keturunan kita agar menjadi anak yang shaleh dan shalehan serta taat beribadah dan memiliki keimanan yang kuat kepada Allah SWT.

 

 




Apa Hubungan Bersyukur dengan Percaya Diri bagi Seorang Muslimah?

Sebelumnya

Surah Al-Waqiah dan Ketenteraman Jiwa Seorang Muslim

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur