post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

GEMPA berskala Magnitudo 6.7 yang bersumber di kedalaman 10 km di wilayah Sumur, Banten pada Jumat (14/1/2022) masih menyisakan kekhawatiran bagi masyarakat Jabodetabek. Terlebih lagi BMKG mencatat setidaknya tiga gempa susulan terjadi meski tidak sekeras gempa pertama.

Tak hanya warga yang menetap di wilayah Banten, para pekerja kantoran di gedung-gedung pencakar langit di ibu kota juga merasakan betul guncangan hebat hingga mereka harus menuruni tangga darurat untuk bisa keluar gedung. Akibatnya tak hanya trauma, mereka pun mengalami tubuh lemas dan nyeri terutama di bagian kaki, terlebih mereka yang bekerja di lantai 10 ke atas.

Apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi?

Salah satu tips diberikan Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, dikutip dari Kompas TV.

Salah satu mitigasi mandiri yang bisa dipraktikkan terutama bagi masyarakat di episentrum gempa dan sekitarnya adalah menumpuk tiga kaleng bekas di atas tanah sebagai penanda gempa. Jika terjadi gempa, maka tanah bergetar dan kaleng akan jatuh.

Mitigasi gempa pada dasarnya dilakukan pada tiga tahap yaitu sebelum terjadi gempa, saat gempa, dan setelah gempa. Berikut ini langkah-langkah yang bisa kita lakukan sebagai mitigasi gempa bumi.

#1 Letakkan sebanyak mungkin perabot rumah menempel di dinding. Hal ini untuk mengurangi risiko roboh, jatuh, atau perabot bergeser akibat guncangan. Letakkan benda-benda berat di tempat serendah mungkin untuk menghindari risiko tertimpa. Terlebih lagi untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.

#2 Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, mereka harus mengemasi barang-barang penting di tempat yang mudah dijangkau. Jangan tunda waktu untuk menjauh dari rumah jika ada peringatan tsunami.

#3 Memastikan kotak P3K terisi lengkap untuk penanganan pertama pada kecelakaan.

#4 Mencatat nomor-nomor penting untuk dihubungi baik pihak berwenang, layanan medis, maupun keluarga.

#5 Berusaha untuk tenang. Kunci agar bisa menjalankan mitigasi gempa dengan baik adalah tidak panik. Jika kita tidak panik, kita bisa berpikir jernih untuk mencari cara menyelamatkan diri.

#6 Mengenali bangunan tempat kita berada dan lingkungan sekitarnya. Hal ini sangat penting terutama bagi para pekerja di gedung-gedung bertingkat. Ketahui letak pintu dan tangga darurat. Kita harus tahu rute tercepat untuk bisa meninggalkan bangunan.

#7 Saat terjadi gempa:
-Jika kita berada dalam ruangan, secepatnya lari keluar bila memungkinkan atau segera lindungi kepala dan tubuh dari runtuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja.
-Jika kita berada di luar ruangan, hindari gedung tinggi, tiang listrik, atau pohon. Perhatikan tempat kita berdiri apakah ada retakan tanah.
-Jika sedang di dalam mobil, segeralah turun dan menjauhi mobil jika terlihat retakan tanah. Berlindung di samping mobil jika kondisi terbilang aman.

#8 Setelah gempa reda, cek keadaan fisik. Jika ada luka, langsung obati dengan P3K. Segera mencari pertolongan medis terdekat jika ditemukan luka cukup parah.

#9 Mengecek kondisi rumah. Kita harus memastikan apakah ada kerusakan struktur bangunan juga instalasi listrik dan gas. Para pengelola gedung bertingkat juga harus memastikan ada/ tidaknya kerusakan akibat gempa. Jika ditemukan kerusakan, kosongkan rumah atau gedung sampai perbaikan selesai dilakukan.

#10 BNPB mengingatkan bahwa mitigasi gempa bukan hanya ditujukan untuk bangunan yang akan dibangun, tapi juga bagaimana memperkuat bangunan lama agar lebih tahan gempa.

 

 

Close X

Komnas KIPI: Efek Samping Vaksin COVID-19 pada Anak Cenderung Lebih Rendah Dibandingkan Orang Dewasa

Sebelumnya

LSPR Tanda Tangani MoU, Lanjutkan Kerja sama dengan New York Film Academy

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News