Ilustrasi/ Net
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

MASYARAKAT Indonesia diminta tetap waspada terhadap penyebaran virus Corona varian Omicron. Kementerian Kesehatan RI melaporkan, ada tambahan 11 kasus baru pada Jumat (24/12). Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi positif mencapai 19 orang.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemkes RI Siti Nadia Tirmidzi menjelaskan, temuan kasus di pintu masuk negara itu menunjukkan adanya penguatan surveilans dan peningkatan whole genome sequencing (WGS).

"Terutama bagi pasien dari pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat," ujar Siti.

Dengan penemuan baru ini, masyarakat diminta tetap waspada dengan penyebaran Omicron yang sangat cepat. Disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan langkah tepat pencegahan penularan virus.

Impor Dari Turki

Siti Nadia Tirmidzi mengungkap, seluruh kasus yang ada di Indonesia merupakan imported case (kasus impor) dari luar negeri. Bahkan enam di antaranya merupakan pelaku perjalanan internasional dari Turki.

Sementara 3 kasus baru berasal dari Jepang. Sisanya merupakan pelaku perjalanan yang baru pulang dari Korea Selatan dan Arab Saudi.

"Tunda dulu perjalanan ke luar negeri. Sadar dirilah, apalagi di tengah libur Natal dan Tahun Baru, penting bagi kita untuk saling menjaga satu sama lain," tegas dia.

Gejala dari Batuk Ringan Hingga Batuk Kering

CDC telah mengajukan profil. Gejala awal untuk Omicron lewat morbidity and mortality weekly report, CDC mengungkapkan gejala paling umum dari pasien, yaitu batuk ringan hingga batuk kering atau tenggorokan gatal. Gejala itu di alam in oleh 89 persen pasien.

"Banyak kasus pertama yang dilaporkan tampaknya ringan, meskipun seperti semua varian, ada jeda antara infeksi dan kondisi yang lebih parah," tulis peneliti CDC pada laporannya.

Selain batuk kering, gejala kelelahan juga dialami oleh 65 persen pasien dan hidung tersumbat atau pilek 59 persen. Untuk sesak napas hanya dialami 16 persen pasien, diare 11 persen, dan kehilangan rasa juga bau hanya 8 persen. Begitu yang tercantum dalam catatan CDC.

    




Puasa Tetap Aman Bagi Pengidap Diabetes Melitus

Sebelumnya

Cegah TBC pada Anak dengan Vaksin BCG, Jangan Lupa Kenali Efek Sampingnya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health