post image
KOMENTAR

LIVE video saluran YouTube United Nations pada Senin, 20 September 2021 dilihat lebih dari satu juta penonton. Padahal biasanya siaran langsung dari kanal resmi PBB itu hanya ditonton puluhan ribu viewers. Ternyata, penonton membludak ketika BTS membawakan presentasi mereka di hadapan Sidang Umum PBB ke-76.

Meski bukan kali pertama BTS berpidato di gedung PBB, kesempatan ini menjadi lebih istimewa karena mereka hadir dalam kapasitas sebagai Special Presidential Envoy for Future Generations and Culture dari Korea Selatan.

Kebanggaan itu tentu tidak hanya dirasakan Kim Nan Jum (RM), Jeun Jung-kook, Kim Taehyung (V), Min Yoon-gi (Suga), Kim Seok-jin, Jung Ho-seok (J-Hope), dan Park Ji-min tapi juga semua Army di seluruh dunia.

Sebuah boy band menjadi utusan khusus Presiden dan bukan bicara soal musik tok, tentu sebuah hal spektakuler. Namun mengingat bagaimana boy band besutan Big Hit Entertainment itu telah menjadi influencer yang sukses menancapkan pengaruhnya ke generasi muda di seluruh penjuru dunia, penunjukan itu tentu sangat beralasan. Tak heran bila BTS bisa mengantongi paspor diplomatik.

Sebelumnya, BTS menghadiri Sidang Umum PBB ke-73 yang beragenda peluncuran program Youth 2030: The UN Youth Strategy dan kampanye UNICEF Generation Unlimited pada September 2018. Saat itu, RM mewakili BTS menyampaikan pidato enam menit dalam bahasa Inggris. Pada kesempatan itu BTS juga mempromosikan kampanye Love Myself.

BTS terpilih berdasarkan pengaruh mereka terhadap budaya generasi muda melalui musik, pesan-pesan sosial dan kegiatan filantropi yang aktif dilakukan, serta kepopuleran tujuh anak muda Korea Selatan ini di antara generasi muda usia 15 – 25 tahun.

BTS merupakan artis Korea paling laris yang berhasil menjual 20 juta album di tangga lagu Gaon Music Chart, tangga lagu nasional yang disponsori Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

Pada tahun 2020, BTS menjadi artis asal Korea Selatan yang mencapai posisi nomor satu di Billboard Global 200 dan US Billboard Hot 100 melalui single Dynamite yang masuk nominasi Grammy.

BTS juga menjadi artis pertama dan tercepat setelah Michael Jackson yang berhasil menempatkan lima lagu mereka di puncak tangga lagu di Amerika berturut-turut dengan Savage Love, Life Goes On, Butter, dan Permission to Dance.

Boy band yang dibentuk tahun 2010 dan memulai debut tahun 2013 ini menjadi sebuah kekuatan baru di Asia yang diharapkan mampu menggerakkan generasi muda dunia untuk bergerak dan berkarya dengan menepis kegelisahan dan ketakutan yang muncul selama pandemi Covid-19, termasuk untuk mau divaksinasi. Juga agar terus menjaga bumi dan bersiap menghadapi perubahan iklim.

Berikut penggalan presentasi RM dan kawan-kawan yang dibawakan dalam bahasa Korea.

Ketika kita percaya pada kemungkinan dan harapan, sekalipun kita dihadang realitas yang tidak kita harapkan, kita tidak akan kehilangan arah, bahkan akan menemukan banyak jalan yang baru.

Masa depan adalah wilayah yang belum belum tereksplorasi. Generasi muda saat ini berpikir bagaimana kehidupan di masa depan kelak. Kami berharap orang-orang tidak hanya takut memikirkan masa depan yang suram. 

Kita memiliki orang-orang yang peduli pada dunia ini. Orang-orang yang bisa menemukan jawaban atas permasalahan kita saat ini. Masih banyak ‘lembaran’ kisah tentang kita di masa depan, jangan sampai kita berbicara seolah-olah akhir kisah kita sudah ditulis.

Kita menyangka dunia berhenti, nyatanya dunia masih berputar. Kami percaya bahwa setiap pilihan yang kita ambil adalah awal dari perubahan, bukan akhir. Dan di masa depan yang menjanjikan itu, kita bisa lebih membuka diri satu sama lain.

Fastabiqul Khairat ala BTS

Melihat fenomena BTS, pengamat sosial Devie Rahmawati mengatakan bahwa hal itu bukan sesuatu yang bisa terjadi dalam satu malam melainkan hasil dari sebuah sistem yang didesain dengan visioner dan mendetail.

Pemerintah Korea Selatan menjadikan artis sebagai “wajah” negaranya untuk memasukkan sebanyak mungkin budaya Korea (juga Asia) hingga masyarakat dunia—yang didominasi generasi muda—dapat menikmati sekaligus menghargai seni dan budaya di luar hegemoni Hollywood.

Dan tentu saja, pemerintah Korea memilih artis yang memiliki citra ‘sempurna’ baik dalam prestasi berkesenian maupun dalam karakter personal.

 

Meminta Maaf, Baim Wong Jumpai Kakek Suhud dan Puji Ibadahnya

Sebelumnya

Obati Kerinduan Penggemar, Adele Siap Rilis Single Terbaru Easy On Me

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Entertainment