post image
KOMENTAR

BEREDAR di Facebook informasi tentang pendaftaran vaksin Nusantara dengan cara mengirimkan data diri orang yang akan divaksin dan menggirimkannya ke nomor WA +62 811 372 683 atas nama Prof. Nidom.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Yg minat gunakan Vaksin NUSANTARA silahkan dftar ke prof Nidom,CA melalui nomor WA nya di : +62 811 372 683 dg mengerimlkan data diri sebagai berikut ;
Nama lengkap : ….. Umur : …… Jenis kelamin : …… Kota/Provini domisili :….. Tlp :…..
Kirim ke WA Prof. Nidom +62 811 372 683

Utk pemetaan nantinya layanan di kota/Provinsi masing2
Tidak dipungut biaya alias GRATIS…..👍
Semoga Desember 2021 sudah bisa dilaksanakan secara masal di seuruh Puskesmas Indonesia, aamiin.”

Isu ini tidak benar, dr. Terawan Agus Putranto sebagai mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang menggagas vaksin Nusantara mengatakan informasi pendaftaran vaksin Nusantara tersebut tidak benar dan belum melakukan pembukaan program penyuntikan vaksin Nusantara.

“Saya belum membuka pendaftaran,” kata Terawan kepada media.

Mengenai pendaftaran vaksin Nusantara yang juga  mencatut nama RSPAD, Kolonel Jonny menginformasi kalau hal tersebut hoaks.

Terkait dengan Vaksin NusantaraTerawan menyebut vaksin berbasis sel dendritik besutannya mudah dibuat, dan didesain mampu menangkal segala macam mutasi virus SARS-CoV-2 yang terus mengalami perkembangan.

Ia mengatakan hanya perlu waktu 8 hari untuk mencampurkan komponen antigen beragam varian baru itu untuk kemudian dipaparkan kembali dengan sampel darah manusia. Terawan menjelaskan, vaksin Nusantara ini nantinya khusus untuk individual. Sebab dalam teknisnya, setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin sel dendritik.

Cara kerjanya, sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi hingga 8 hari. Dalam hal ini antigen tersebut dapat diubah berdasarkan antigen varian-varian corona terkini.

Masih Berpeluang Munculkan Klaster Baru, Waspadai Titik Lengah Sekolah Tatap Muka

Sebelumnya

Hari Cuci Tangan Sedunia, 64 Juta Orang Belum Memiliki Akses Cuci Tangan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News