Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

PEMERINTAH Ceko akan menawarkan suntikan tambahan vaksin Covid-19 kepada warganya yang telah melakukan vaksinasi lengkap minimal delapan bulan mulai 20 September.

Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Ceko Adam Vojtech, Senin (30/8) waktu setempat.

“Pemerintah akan menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna untuk booster bagi mereka yang menyelesaikan vaksinasi reguler setidaknya delapan bulan sebelumnya,” kata Vojtech mengatakan pada konferensi pers yang ditayangkan langsung di televisi, seperti dikutip dari Reuters.

Republik Ceko, negara berpenduduk 10,7 juta, telah menjadi salah satu negara yang paling parah dilanda pandemi Covid-19 yang diukur dengan kematian per populasi, dengan lebih dari 30.400 korban. Hampir 1,68 juta orang Ceko telah tertular virus tersebut, dan lebih banyak lagi diperkirakan telah tertular tanpa diuji.

Gugus tugas virus corona pemerintah mengatakan di Twitter bahwa suntikan tambahan atau booster sangat direkomendasikan untuk orang di atas 60 tahun, namun juga akan tersedia untuk semua yang telah menyelesaikan vaksinasi sebelumnya, baik dengan skema dua dosis atau dosis tunggal.

Hingga Senin, 5,73 juta warga Ceko telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin dua dosis, sebagian besar dari Pfizer/BioNTech, dan 197.254 lainnya menerima vaksin satu dosis yang dibuat oleh Johnson dan Johnson.

Secara terpisah, Perdana Menteri Andrej Babis mengatakan di Televisi Ceko bahwa pemerintah akan menawarkan bonus keuangan kepada dokter umum yang bisa meyakinkan lebih banyak orang di atas 65 tahun untuk menjalani vaksinasi awal.




Viral Siti Aisyah, Gambarkan Ironi Dunia Pendidikan

Sebelumnya

Menteri Perhubungan Layangkan Teguran Keras untuk Garuda Indonesia Terkait Terganggunya Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News