post image
PPKM darurat merupakan konsekuensi yang harus diambil ketika Indonesia terus mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang terbilang tinggi/ Net
KOMENTAR

MENTERI Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan keputusan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, 3, dan 2 di wilayah Jawa-Bali hingga 16 Agustus 2021.

"Keputusan pemerintah didasarkan atas arahan Presiden Joko Widodo dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19," ujar Menteri Luhut (9/8/2021).

Menurut Koordinator PPKM tersebut, keputusan PPKM secara detail akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti asosiasi mal, perindustrian, dan sebagainya. Detail pelaksanaan sudah diatur berbagai asosiasi tersebut.

Penurunan angka kasus dan tingkat perawatan sudah menurun kecuali di dua daerah di Jawa Timur.

Secara umum, laju kasus dan angka kematian di beberapa provinsi di Jawa-Bali mulai menurun, namun masih datanya masih fluktuatif di tiap provinsi.

PPKM darurat merupakan konsekuensi yang harus diambil ketika Indonesia terus mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang terbilang tinggi. Dimulai sejak 21 Juli 2021, kala itu RS tidak sanggup melayani banyaknya pasien Covid-19 hingga tingginya angka kematian akibat Covid-19 tidak bisa dihindari.

Lonjakan kasus Covid-19 ini diakibatkan penyebaran varian baru virus corona yaitu varian Delta.

Menteri Luhut mengapresiasi protokol kesehatan yang makin konsisten dilakukan, juga testing, tracing, dan program vaksinasi. Ia berterima kasih kepada TNI, Polri, Pemda, mahasiswa dan anak-anak muda lain yang bahu-membahu menyukseskan berbagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

"Tingkat kepatuhan pemakaian masker sudah mencapai 82 persen, naik 5 persen dibanding bulan Februari-Maret. Kami mengimbau masyarakat membudayakan memakai masker karena kita mungkin akan hidup bertahun-tahun ke depan dengan masker ini. Karena ini salah satu cara—selain vaksinasi—untuk mencegah penularan varian Delta," ujar Menteri Luhut.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual mengumumkan kondisi terkini yang terjadi di luar Jawa-Bali. Tercatat ada empat provinsi yang mengalami lonjakan tinggi kasus aktif Covid-19.

Peningkatan tajam kasus aktif terjadi di Sumatra Utara (25.065 kasus), Kalimantan Timur (20.116 kasus), Sumatra Barat (14.428 kasus), serta Riau (13.448 kasus).

Meski demikian, beberapa provinsi di luar Jawa-Bali telah mengalami penurunan kasus aktif seperti Bengkulu, Jambi, Lampung, Kepulauan Riau, NTB, NTT, serta Maluku. Data terakhir sampai 9 Agustus, jumlah kasus aktif di luar wilayah Jawa-Bali memberi kontribusi 46,5 persen dari total jumlah kasus aktif nasional.

 




ISEF 2022 Resmi Dibuka, Wapres Ma'ruf Amin: Bank Indonesia Menjadi "Hamzah Washal Kabir" untuk Industri Halal di Indonesia

Sebelumnya

Bank Dunia Tegaskan Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2030 Tidak Akan Tercapai, Mengapa?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News