KOMENTAR

BELAKANGAN ini, terapi warna dan biji-bijian untuk mengatasi berbagai macam penyakit, sedang viral. Terapi ini menggunakan energi warna dan biji-bijian yang ditulis dan ditempelkan pada tangan dan kaki, yang mewakilkan tubuh manusia.

Menurut SJT Leina Dewi Magdalena, Cht CNLP CI, trainer terapi warna, penyembuhan seperti ini dikenal dengan sebutan Sujok.

"Sujok, berasal dari bahasa Korea. Su artinya tangan dan Jok artinya kaki. Jadi kita menggunakan kaki dan tangan sebagai media pengobatan," kata wanita yang akrab disapa Umi Lena ini.

Terapi warna yang sudah dikenal sejak 2019 ini diakui Umi Lena cukup efektif mengatasi berbagai keluhan penyakit. Mulai dari sakit kepala, stroke ringan, ginjal, miom, kista, paru-paru, dan masih banyak lagi.

Bicara mengenai warna, jelas founder Rumah Motivasi ini, maka yang dibicarakan adalah mengenai spektrum, frekuensi dan gelombang. Warna merah memiliki panjang gelombang yang sangat tinggi dan diterima dengan cepat oleh tubuh. Itulah mengapa, orang yang buta warna sekalipun tetap dapat mengenal warna merah.

Lebih lanjut, owner Sekolah Islam Mutiara Hati ini mempraktikkan metode terapi warna dan biji-bijian. Peserta zoom diminta untuk menyiapkan sumpit atau korek api, spidol dengan warna hijau, merah, biru, oranye, cokelat, dan kuning; kemudian biji merica dan kacang hijau, serta solasi kertas.

"Tangan memiliki kemiripan dengan bagian tubuh. Jempol diibaratkan dengan kepala, jari telunjuk dan kelingking adalah tangan, sedangkan jari tengah dan manis adalah kaki," ujar dia.

Umi Lena menyontohkan penyakit ringan, yaitu sakit kepala. Peserta zoom diminta untuk memijat bagian atas jempol, yang merupakan korespondensi kepala, dengan sumpit atau korek api. Jika ditemukan bagian yang sakit, segera beri warna dengan menggunakan spidol warna hijau.

"Kemudian, letakkan biji kacang hijau dengan lembaga menempel pada warna. Lalu, rekatkan dengan solasi kertas. Diamkan selama 24 jam atau sampai sakitnya reda," ucap wanita yang sudah mendapat sertifikat internasional Sujok Terapi ini.

Ia lalu meminta peserta untuk menyebutkan apa yang dirasa. Sebagian besar peserta mengatakan, ada rasa seperti cenat cenut di bagian tersebut.

"Itu tandanya, biji kacang hijau sedang bekerja mengambil sakit. Lembaga sengaja ditempelkan ke lingkaran warna, karena lembaga adalah pusat energi dari kacang hijau, di mana ia adalah asal tumbuh kecambah," paparnya.

Hal yang sama dilakukan bila ingin menyembuhkan sakit lainnya. Misalnya adalah sakit gigi. Peserta diminta membuat gambar mata, hidung, dan mulut di ruas pertama ini jari. Untuk mengatasi sakit gigi, tinggal memijat gambar mulut hingga menemukan titik sakit.

Selanjutnya, beri warna biru untuk mengatasi nyeri atau bengkak gusi. Kemudian, tempelkan biji kacang hijau atau merica dengan solasi kertas. Pijat-pijat dan rasakan sensasinya.

"Semenjak saya mendalami terapi Sujok ini, sudah lebih dari 10 tahun terakhir ini saya tidak memakai obat-obatan untuk mengatasi sakit apapun," demikian Umi Lena.




Puasa Tetap Aman Bagi Pengidap Diabetes Melitus

Sebelumnya

Cegah TBC pada Anak dengan Vaksin BCG, Jangan Lupa Kenali Efek Sampingnya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health