post image
Jangan tunda waktu untuk melengkapi apa yang kurang dan memperbaiki apa yang salah dalam hubungan kita dengan pasangan/ Net
KOMENTAR

DALAM pernikahan, suami dan istri harus memiliki hubungan yang sehat. Tak hanya bicara keintiman secara fisik, tapi juga bagaimana memiliki hubungan yang seimbang secara mental.

Hubungan yang sehat mental adalah sebuah hubungan yang mampu bertahan menghadapi segala badai.

Setiap orang tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun ketika pasangan suami istri mampu menghargai, menerima, serta mengelola kelebihan dan kekurangan pasangan dengan baik, keduanya akan menjadi "tim" yang kuat.

Ada banyak cara mengetahui apakah pernikahan kita tergolong sehat atau justru menjadi toxic bagi kita dan pasangan. Ibunda x Parentalk via @ibunda.id mengunggah 8 ciri pernikahan sehat mental yang harus ada pada pasangan suami istri.

  1. Memiliki waktu untuk bicara tentang "kita", bukan tentang anak dan urusan rumah tangga lainnya.
  2. Merasa nyaman saat berada dekat dengan pasangan. Artinya, istri merasa nyaman saat bersama suami dan suami pun nyaman ketika berada di dekat istri.
  3. Menjalin komunikasi yang bukan sekadar chit-chat. Komunikasi yang terjalin berjalan dua arah dan menjadi saluran untuk menyampaikan perasaan dan isi pikiran.
  4. Memenuhi kebutuhan pasangan masing-masing. Bukan hanya secara materi dan fisik tapi juga kebutuhan untuk disayangi dan dihargai.
  5. Melakukan deep talk secara berkala. Ini adalah pembicaraan serius untuk membahas visi ke depan, mengevaluasi kekeliruan yang pernah terjadi, juga membicarakan berbagai potensi keluarga di masa depan.
  6. Menjadi sosok partner yang sesungguhnya. Seorang partner yang baik adalah sosok yang mampu mengisi kekosongan pasangannya, mengangkat semangat pasangannya ketika sedang terpuruk, dan tidak menjatuhkan pasangan karena kekurangannya.
  7. Menjadikan pasangan sebagai sahabat. Ketika suami dan istri sama-sama menjadikan pasangan sebagai sahabat, mereka bebas bercerita dan berkeluh kesah tanpa merasa takut dihakimi atau direndahkan.
  8. Memiliki quality time sebagai pasangan. Tak perlu harus selalu pergi berdua ke tempat-tempat romantis, tapi bisa juga dengan melakukan hobi bersama di rumah.

Berapa banyak ciri yang ada dalam pernikahan kita?

Meskipun mungkin belum separuh daftar di atas yang masuk checklist kita, tak perlu buru-buru menyimpulkan bahwa pernikahan kita sudah di ambang kehancuran.

Namun, jangan tunda waktu untuk melengkapi apa yang kurang dan memperbaiki apa yang salah dalam hubungan kita dengan pasangan.

Ajak pasangan melihat 8 ciri tersebut untuk bisa memahami urgensi dari masing-masing cirinya. Kita harus memahami mengapa ciri tersebut harus dimiliki dan bagaimana jalan untuk menghadirkan ciri-ciri tersebut ke dalam hubungan kita. Kita akan menjalani proses dalam menyamakan persepsi dan memperkuat pondasi rumah tangga.

Dengan memahami pentingnya 8 ciri tersebut, kita berdua bisa memiliki pemikiran yang selaras untuk menjadikan pernikahan kita sehat secara mental, demi kebahagiaan pernikahan kita hingga maut memisahkan.

 

Close X

Agar Tak Berkepanjangan, Coba Lima Cara Bijak Ini Untuk Meminta Maaf Ke Suami

Sebelumnya

Bobby, Si 'Bos' di Rumah Kertanegara Prabowo Subianto

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Family