post image
Ilustrasi suntik vaksin pada anak/ Net
KOMENTAR

SEIRING dengan akan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM), vaksin Covid-19 untuk anak-anak menjadi harapan besar. Beberapa uji klinis disebut-sebut telah dilakukan, salah satunya terhadap vaksinasi AstraZeneca. Namun, beberapa ahli menyebut belum didapat hasil akhir apakah vaksin itu aman atau tidak untuk anak.

Vaksin Covid-19 untuk anak memang sangat diperlukan, mengingat satu dari tiga anak yang dirawat inap akibat terinfeksi virus Corona berisiko masuk ICU. Tak hanya itu, anak dengan Covid-19 juga berisiko mengalami multisystem inflammatory syndrome (MIS-C) dan terjadi peningkatan kasus di kelompok 2-10 tahun dan 10-16 tahun, yang melebihi kelompok usia lain.

Saat ini, vaksin Pfizer digadang-gadang memiliki efikasi 100 persen dan diklaim aman untuk anak usia 12-15 tahun. Di beberapa negara yang telah melakukan vaksinasi terhadap anak, belum ada masalah keamanan dan efek samping serius dari penggunaannya. Kadar antibodi yang terbentuk pun tidak berbeda dengan dewasa muda yang mendapat vaksin. Seperti dikutip dari laman instagram @adamprabata.

Untuk vaksin Sinopharm, disebut telah menyelesaikan ujiklinis untuk anak usia 3-17 tahun. Sinopharm tengah meminta izin penggunaan darurat (EUA). Tapi belum ada data detil yang menginformasikan atau mempublikasikan mengenai ujiklinisnya.

Sementara untuk vaksin lainnya, seperti Sinovac, dikatakan terbukti aman dan memunculkan antibodi pada anak usia 3-17 tahun. Namun ujiklinis baru dilakukan pada fase 1 dan 2, dan saat ini sedang dilakukan ujiklinis fase 3 sehingga belum ada bukti efikasinya.

Dan vaksin AstraZeneca, ujiklinis baru dilakukan untuk vaksin usia 6-17 tahun. Pun belum ada efikasinya.

Ujiklinis Moderna juga sedang dilakukan untuk kelompok usia 6 bulan sampai 11 tahun dan 12-17 tahun. Juga belum ada efikasinya. Begitu pula dengan Novavax dan Johnson & Johnson yang baru dalam tahap ujiklinis.

Jadi sampai saat ini, baru vaksin Pfizer yang memiliki efikasi hingga 100 persen. Sementara, vaksin lainnya masih dalam tahap ujiklinis, baik tahap 1, 2 dan 3.

 

Close X

Lebih Bahaya Mana, Mutasi Baru Virus Corona Atau Orang Yang Abai Protokol Kesehatan?

Sebelumnya

Varian Baru Virus Corona Bermunculan, Efektifkah Kampanye Vaksinasi Covid-19 Saat Ini?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health