post image
Tentara wanita Arab Saudi/ Net
KOMENTAR

KERAJAAN Arab Saudi terus melakukan pembenahan dan reformasi yang bertujuan untuk memajukan kaum perempuan di berbagai bidang, sebagai bagian dari inisiatif Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Terbaru, reformasi itu datang dari dunia militer.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan bahwa, baik pria maupun wanita di Kerajaan sekarang dapat melamar posisi di militer melalui portal penerimaan terpadu mereka.

Dengan kata lain, kaum perempuan Saudi akan dapat mendaftar untuk bergabung dengan Angkatan Darat Arab Saudi, Pertahanan Udara Kerajaan Saudi, Angkatan Laut Kerajaan Saudi, Angkatan Rudal Strategis Kerajaan Saudi, dan Layanan Medis Angkatan Bersenjata.

"Wanita Arab Saudi dapat direkrut sebagai tentara, kopral tombak, kopral, sersan, dan sersan staf," menurut kementerian, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Minggu (21/2).

Namun demikian, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, mereka harus berusia antara 21 dan 40 tahun, tinggi 155 cm atau lebih, dan tidak boleh berstatus sebagai pegawai pemerintah.

Selain itu, mereka juga harus lulus prosedur penerimaan, memiliki catatan kriminal yang bersih, dan sehat secara medis untuk layanan.

Seorang wanita Arab Saudi juga harus memiliki kartu identitas nasional independen, setidaknya memiliki pendidikan sekolah menengah, dan tidak boleh menikah dengan warga negara non-Arab Saudi.

Sementara itu, untuk warga negara pria yang ingin bergabung dengan angkatan bersenjata, mereka harus berusia antara 17 dan 40 tahun dan memiliki tinggi minimal 160 sentimeter.

 Mereka juga harus lulus prosedur penerimaan, memiliki catatan kriminal yang bersih, dan membuktikan bahwa mereka secara medis layak untuk bertugas.

 

Close X

Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia dr. Mahesa Paranadipa: Hoaks Kesehatan Bahayakan Keselamatan Nyawa Banyak Orang, Cerna dan Cermati Baik-Baik!

Sebelumnya

Ratu Elizabeth: Menerima Suntikan Vaksin Covid-19 Menunjukkan Anda Tidak Egois

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah News