Foto: Getty Images
Foto: Getty Images
KOMENTAR

PELANTIKAN Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat pada Rabu siang (20/01/2020) waktu Washington D.C menjadi 'istimewa' karena tidak bisa disaksikan langsung oleh rakyat Amerika. Pada inagurasi-inagurasi sebelumnya, para pendukung presiden terpilih akan memenuhi National Mall untuk memberikan dukungan.

National Mall adalah taman nasional yang berlokasi di pusat kota Washington D.C. Taman berumput ini dikelilingi bangunan-bangunan ikonis seperti Lincoln Memorial, Washington Monument serta museum Smithsonian. Di ujung timurnya terdapat U.S Capitol sedangkan di ujung utara terdapat Gedung Putih.

Joe Biden telah melarang warga Amerika untuk datang ke Washington D.C. terutama karena pandemi Covid-19. Ditambah lagi, kondisi keamanan ibu kota Amerika Serikat itu masih dalam penjagaan ketat pascakericuhan di gedung Capitol yang dilakukan pendukung Donald Trump awal bulan ini. Mengutip BBC, sebanyak 25 ribu tentara dikerahkan di seluruh kota Washington D.C untuk berjaga-jaga.

Sebagai representasi dari rakyat Amerika, pemerintah memasang hampir 200 bendera. Seperti dilansir laman NPR, bendera-bendera tersebut mewakili 50 negara bagian, Washington D.C, juga lima wilayah teritori Amerika Serikat yaitu American Samoa, Guam, Kepulauan Northern Mariana, Kepulauan U.S Virgin, dan Puerto Rico.

Menurut Joe Biden, barisan bendera merefleksikan komitmen terhadap kebersamaan dan keamanan dari acara inagurasi yang bisa disaksikan setiap warga Amerika dari rumahnya. Barisan bendera tersebut merupakan bagian dari tema inagurasi yaitu America United.

Dalam 21 menit pidatonya usai dilantik, Joe Biden mengawalinya dengan kalimat "This is America's day. This is democracy's day. A day of history and hope, of renewal and resolve..."

Joe Biden menegaskan bahwa Amerika telah banyak menderita dan berhasil melewati berbagai ujian. Inilah saatnya Amerika bangkit menghadapi tantangan.

Pemilik nama lengkap Joseph Robinette Biden Jr. Ini mengajak semua orang untuk bersatu sebagai bagian dari Amerika, saling mendengar satu sama lain dan saling peduli.

Ia juga menegaskan bahwa Amerika harus menjadi lebih baik dan ia yakin Amerika bisa menjadi lebih baik. Joe Biden mencontohkan Kamala Harris yang kini menjadi wakil presiden. Hal itu menjadi bukti bahwa perubahan positif pasti terjadi di Amerika.

Joe Biden juga mengajak seluruh masyarakat untuk melawan musuh bersama yaitu kemarahan, kebencian, ekstremisme, hukum yang tumpul, kekerasan, juga penyakit, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan harapan.

"Dengan bersatu, kita bisa melakukan hal-hal besar, hal-hal yang penting. Kita bisa memperbaiki kesalahan. Kita bisa bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang baik bagi masyarakat. Kita bisa mendidik anak-anak di sekolah yang aman. Kita bisa menanggulangi virus yang mematikan. Kita bisa membangun kembali kelas menengah dan memastikan pelayanan kesehatan terjamin untuk semua orang. Kita bisa merasakan keadilan rasial, dan kita bisa membuat Amerika kembali terdepan di dunia."

Tiga mantan presiden dan mantan ibu negara Amerika Serikat hadir dalam pelantikan Joe Biden. Mereka adalah George W. Bush bersama Laura Bush, Bill Clinton bersama Hillary Clinton, juga Barack Obama yang datang bersama Michelle Obama.

Mantan presiden Donald Trump dan istrinya, Melania Trump tidak menghadiri inagurasi Joe Biden. Bersama sang istri, Trump terbang ke Florida menggunakan Air Force One untuk terakhir kalinya. Dalam pidato terakhir di Andrew Air Force Base, Donald Trump mengatakan bahwa menjadi presiden adalah sebuah kehormatan terbesar baginya.

Mengutip CBC, Donald Trump adalah mantan presiden pertama yang tidak menghadiri upacara inagurasi penerusnya sejak Andrew Johnson melakukan hal tu lebih dari 1,5 abad silam.




IISD Desak Presiden Jokowi Sahkan RPP Kesehatan: Optimalisasi Kesehatan Anak Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Sebelumnya

Israel Akan Datang ke Qatar untuk Melanjutkan Perundingan Gencatan Senjata dan Pertukaran Sandera

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News