post image
Kita meminta Allah untuk menjadikan kita hamba-Nya yang saleh, hamba yang baik ibadahnya dan baik hubungannya dengan sesama manusia/ Net
KOMENTAR

SALAH satu waktu doa mustajab adalah di penghujung salat yaitu sebelum mengucapkan salam. Dalam sebuah kajian yang diunggah di saluran Afterlife Fighters, Ustaz Adi Hidayat Lc., MA menjelaskan bahwa seorang muslim hendaknya memanfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin untuk meminta kepada Allah Swt.

Bayangkanlah jika kita diberi waktu berdoa 1 menit dan dijamin akan dikabulkan, apa yang akan kita minta? Sudah pasti, kita akan meminta segalanya: kesehatan, rezeki berlimpah, anak-anak yang saleh dan salehah, pendidikan tinggi, rumah tangga harmonis, hingga kesuksesan dalam berbisnis.

Sah-sah saja untuk meminta. Namun Rasulullah menganjurkan kita meminta 4 hal di penghujung salat. Empat hal yang jauh lebih 'besar' dari berbagai permintaan yang kita pikirkan tadi, namun segala keinginan kita masuk di dalamnya.

Saat duduk tahiyat akhir, setelah menyelesaikan bacaan tasyahud dan sebelum mengakhiri salat dengan salam, ada satu doa yang bisa kita panjatkan untuk memohon 4 kebaikan. Rasulullah menyuruh umatnya untuk membaca doa ini seperti diriwayatkan Imam Muslim.

Allahumma innii a'uudzubika min adzaabi jahannam wa min adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaai wal mamati wa min syarril fitnatil masiihid dajjaal

Sesuai doa di atas, berikut ini empat hal yang bisa kita mohon kepada Allah. Dengan empat hal ini, Allah akan membimbing kita di dunia dan akhirat.

Empat kebaikan yang kita mohon adalah perlindungan dari siksa neraka jahanam, perlindungan dari siksa kubur, perlindungan dari fitnah semasa hidup dan ketika wafat, serta perlindungan dari buruknya fitnah dajjal.

Rasanya tak ada yang lebih menenangkan jiwa dibandingkan perlindungan Allah terhadap empat keburukan tersebut.

Ketika kita memohon perlindungan Allah dari siksa neraka jahanam, itu berarti kita memohon kepada Allah untuk menjaga diri kita agar tidak mendekati maksiat dan dosa. Kita memohon Allah untuk menjaga hati kita agar istiqamah.

Kita meminta Allah untuk menjadikan kita hamba-Nya yang saleh, hamba yang baik ibadahnya dan baik hubungannya dengan sesama manusia.

Mengapa kita memohon untuk dijauhkan dari siksa neraka jahanam? Karena neraka ada bermacam tingkatan, dan neraka jahanam adalah neraka yang letaknya paling jauh di dasar neraka hingga orang-orang yang masuk dan disiksa di dalamnya tidak bisa keluar lagi. Naudzubillah.

Ketika kita memohon perlindungan dari siksa kubur, itu berarti kita mohon kepada Allah untuk dekat dengan Alquran serta mengamalkan ayat-ayat-Nya, salah satunya dengan tak lupa membaca surah Al-Mulk sebelum tidur. Kita memohon agar menjadi hamba yang beriman, giat beramal saleh, dan selalu berdoa di sepanjang hidup kita.

Selanjutnya, ketika kita memohon perlindungan dari fitnah kehidupan dan kematian, kita memohon agar Allah menjaga kita dan keturunan kita dari perbuatan buruk manusia-manusia zalim, baik selama kita hidup di dunia hingga kelak meninggalkan dunia.

Memohon agar dijauhkan dari fitnah semasa hidup di dunia dan saat meninggal dunia juga berarti bahwa kita memohon kepada Allah untuk meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Kematian kita membuat banyak orang bersedih karena kehilangan, bukan membuat orang gembira.

Dan yang terakhir, kita memohon agar dilindungi dari fitnah dajjal, seburuk-buruk fitnah yang menghancurkan manusia dari berbagai sendi kehidupan.

Inilah fitnah yang merajai dunia dan sanggup membalikkan hati orang beriman kepada kekufuran. Umat Islam dibuat hanya memahami Islam dari ‘kulit luar’nya, suka melakukan bid’ah, juga termakan bujuk rayu setan untuk menikmati gelimang kesenangan dunia. Semoga kita selalu berada dalam perlindungan Allah di sepanjang hayat.

Menjelang penghujung salat, mari menambatkan doa ini ke dalam sanubari kita. Mari menyemai keimanan agar jangan terlepas dari jiwa. Janganlah terburu-buru mengakhiri salat... kita harus memanfaatkan waktu mustajab untuk memohon sepuasnya kepada Allah Swt.

 

Close X

Tiga Golongan yang Tak Dipandang Allah di Akhirat

Sebelumnya

Filosofi Ikhlas, Bak Jantung Dan Matahari

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Islam